Pencarian

Take-Two Sebut Biaya Produksi GTA 6 Sangat Mahal Capai Rp 24 Triliun

Rabu, 06 Mei 2026 • 10:29:01 WIB
Take-Two Sebut Biaya Produksi GTA 6 Sangat Mahal Capai Rp 24 Triliun
Take-Two mengungkap biaya produksi Grand Theft Auto VI mencapai Rp 24 triliun.

Biaya pembuatan Grand Theft Auto VI diperkirakan menembus angka 1,5 miliar dolar AS atau setara Rp 24 triliun. Angka fantastis ini menjadikan proyek terbaru Rockstar Games tersebut sebagai salah satu produk hiburan dengan anggaran terbesar sepanjang sejarah. CEO Take-Two Interactive, Strauss Zelnick, mengakui besarnya modal yang dikucurkan demi memenuhi ambisi tim kreatif mereka.

Industri gim global sedang bersiap menyambut kehadiran Grand Theft Auto VI (GTA 6) yang dijadwalkan rilis pada 2025. Di balik antusiasme penggemar, muncul diskusi hangat mengenai modal yang dihabiskan untuk mengembangkan sekuel legendaris ini. Meski Rockstar Games belum merilis angka resmi, laporan terbaru memberikan gambaran mengenai skala finansial yang terlibat dalam proyek raksasa tersebut.

Estimasi Anggaran yang Melampaui Blockbuster Hollywood

Analis industri yang dikutip oleh Business Insider menyebutkan bahwa total anggaran GTA 6 bisa menyentuh angka 1,5 miliar dolar AS. Jika dikonversi ke mata uang lokal, nilai tersebut mencapai Rp 24 triliun, sebuah angka yang jauh melampaui biaya produksi film-film terlaris di dunia. Sebagai perbandingan, anggaran ini bisa membiayai beberapa film kelas atas Marvel sekaligus dalam satu siklus produksi.

Besarnya dana ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pengembangan teknologi engine gim terbaru, penggajian ribuan staf selama bertahun-tahun, hingga strategi pemasaran global. Sejak kesuksesan masif GTA V satu dekade lalu, ekspektasi publik terhadap kualitas visual dan kedalaman mekanisme permainan telah meningkat drastis, memaksa perusahaan untuk berinvestasi lebih dalam pada detail teknis.

Filosofi Kebebasan Kreatif Strauss Zelnick

Dalam wawancara dengan Business Insider, CEO Take-Two Strauss Zelnick memberikan konfirmasi singkat namun tegas mengenai beban finansial perusahaan. "Itu sangat mahal," ujar Zelnick saat ditanya mengenai biaya pengembangan gim tersebut. Pernyataan ini mempertegas posisi Take-Two yang siap menanggung risiko finansial demi mencapai kualitas produk yang belum pernah ada sebelumnya.

Kepada Bloomberg, Zelnick menjelaskan bahwa manajemen Take-Two memberikan ruang luas bagi tim kreatif untuk mengejar visi mereka tanpa terhalang kendala biaya. Ia menekankan bahwa perusahaan memiliki tim kreatif paling luar biasa yang selalu didorong untuk mengejar gairah mereka dalam berkarya. Bagi Zelnick, pengeluaran besar adalah konsekuensi logis dari upaya menciptakan standar baru di industri hiburan digital.

Dampak Terhadap Standar Industri Gim Masa Depan

Langkah Take-Two dan Rockstar ini memberikan sinyal kuat bagi para pesaing di industri gim. Dengan anggaran mencapai miliaran dolar, GTA 6 tidak hanya sekadar menjadi gim, tetapi juga menjadi tolak ukur baru bagi ekosistem konsol generasi terbaru. Anggaran sebesar Rp 24 triliun menunjukkan betapa tingginya hambatan masuk bagi pengembang lain yang ingin menyaingi skala permainan dunia terbuka (open-world) milik Rockstar.

Meskipun biaya produksinya selangit, Take-Two tampaknya tidak terlalu khawatir mengenai pengembalian modal. Mengingat GTA V berhasil meraup pendapatan miliaran dolar hanya dalam waktu singkat setelah rilis, GTA 6 diprediksi akan memecahkan rekor penjualan serupa. Fokus perusahaan saat ini adalah memastikan bahwa setiap dolar yang dikeluarkan mampu diterjemahkan menjadi pengalaman bermain yang revolusioner bagi jutaan pemain di seluruh dunia.

Bagikan
Sumber: gamespot.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks