Diet Turun Berat Badan: Benarkah Jam Makan Malam Pengaruhi Hasil

Penulis: Alfin Murtado  •  Rabu, 23 September 2026 | 09:22:01 WIB
Dokter spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan waktu makan bukan faktor utama penentu keberhasilan diet.

KALIMANTAN BARAT — Banyak ibu muda Indonesia memilih melewatkan makan malam demi menurunkan berat badan. Padahal dokter spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menegaskan waktu makan bukan faktor utama penentu keberhasilan diet. Simak panduan lengkap soal defisit kalori dan porsi makan yang benar.

Defisit Kalori, Bukan Jam Makan, yang Menentukan

dr Yaze menyampaikan hal ini dalam live TikTok detikHealth. Menurutnya, siapa pun boleh makan kapan saja selama total kalori harian tetap dalam kondisi defisit.

"Mau makan jam berapa aja boleh makan, asalkan defisit kalori itu benar," kata dr Yaze.

Artinya, makan malam tidak otomatis membuat berat badan naik. Selama asupan kalori sepanjang hari masih lebih rendah dari kebutuhan tubuh, penurunan berat badan tetap bisa terjadi.

Melewatkan Makan Malam Juga Bukan Jaminan Berat Turun

Sebaliknya, tidak makan malam bukan berarti berat badan pasti turun. Kalau kalori yang dikonsumsi pagi hingga sore sudah melebihi kebutuhan, berat badan tetap berpotensi bertambah.

Porsi dan pilihan makanan justru lebih layak diperhatikan ketimbang jam makan. Makan malam porsi kecil tentu berbeda dampaknya dengan makan besar setelah seharian kalori sudah berlebih.

Semua makanan dan minuman tetap menyumbang kalori sesuai kandungannya, kapan pun dikonsumsi. Karena itu, semuanya perlu dihitung dalam total asupan harian.

Karbohidrat dan Nasi Tidak Perlu Dimusuhi

dr Yaze juga mengingatkan kebutuhan nutrisi tiap orang berbeda. Karbohidrat, protein, dan lemak tetap dibutuhkan tubuh dengan jumlah yang disesuaikan.

Karbohidrat tidak perlu dihilangkan hanya karena sedang diet. Nasi pun tidak perlu dihindari selama porsinya disesuaikan dengan kebutuhan kalori harian.

Diet yang terlalu ketat malah berisiko. Massa otot bisa ikut berkurang dan metabolisme tubuh terganggu.

Jaga Pola Hidup Sehat Setelah Berat Badan Turun

Setelah berat badan berhasil turun, pola hidup sehat perlu dipertahankan jangka panjang. Tujuannya agar berat badan tidak kembali naik.

Bagi ibu yang sedang menyusui atau mengurus anak, pola makan seimbang tetap penting. Jangan sampai diet mengorbankan energi harian yang dibutuhkan untuk aktivitas bersama si kecil.

Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter Gizi

Konsultasi ke dokter gizi dianjurkan bila berat badan sulit turun meski pola makan sudah diatur. Begitu pula jika muncul keluhan lemas, pusing, atau siklus haid terganggu selama diet.

Dokter dapat membantu menghitung kebutuhan kalori dan menyusun menu yang sesuai kondisi tubuh. Dengan begitu, program penurunan berat badan berjalan lebih aman dan terukur.

Menurunkan berat badan tidak harus dengan melewatkan makan malam. Fokuslah pada defisit kalori, porsi makan yang wajar, dan kebutuhan gizi yang tetap terpenuhi setiap hari.

Reporter: Alfin Murtado
Sumber: health.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top