KALIMANTAN BARAT — Banyak ibu muda Indonesia memilih melewatkan makan malam demi menurunkan berat badan. Padahal dokter spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menegaskan waktu makan bukan faktor utama penentu keberhasilan diet. Simak panduan lengkap soal defisit kalori dan porsi makan yang benar.
dr Yaze menyampaikan hal ini dalam live TikTok detikHealth. Menurutnya, siapa pun boleh makan kapan saja selama total kalori harian tetap dalam kondisi defisit.
"Mau makan jam berapa aja boleh makan, asalkan defisit kalori itu benar," kata dr Yaze.
Artinya, makan malam tidak otomatis membuat berat badan naik. Selama asupan kalori sepanjang hari masih lebih rendah dari kebutuhan tubuh, penurunan berat badan tetap bisa terjadi.
Sebaliknya, tidak makan malam bukan berarti berat badan pasti turun. Kalau kalori yang dikonsumsi pagi hingga sore sudah melebihi kebutuhan, berat badan tetap berpotensi bertambah.
Porsi dan pilihan makanan justru lebih layak diperhatikan ketimbang jam makan. Makan malam porsi kecil tentu berbeda dampaknya dengan makan besar setelah seharian kalori sudah berlebih.
Semua makanan dan minuman tetap menyumbang kalori sesuai kandungannya, kapan pun dikonsumsi. Karena itu, semuanya perlu dihitung dalam total asupan harian.
dr Yaze juga mengingatkan kebutuhan nutrisi tiap orang berbeda. Karbohidrat, protein, dan lemak tetap dibutuhkan tubuh dengan jumlah yang disesuaikan.
Karbohidrat tidak perlu dihilangkan hanya karena sedang diet. Nasi pun tidak perlu dihindari selama porsinya disesuaikan dengan kebutuhan kalori harian.
Diet yang terlalu ketat malah berisiko. Massa otot bisa ikut berkurang dan metabolisme tubuh terganggu.
Setelah berat badan berhasil turun, pola hidup sehat perlu dipertahankan jangka panjang. Tujuannya agar berat badan tidak kembali naik.
Bagi ibu yang sedang menyusui atau mengurus anak, pola makan seimbang tetap penting. Jangan sampai diet mengorbankan energi harian yang dibutuhkan untuk aktivitas bersama si kecil.
Konsultasi ke dokter gizi dianjurkan bila berat badan sulit turun meski pola makan sudah diatur. Begitu pula jika muncul keluhan lemas, pusing, atau siklus haid terganggu selama diet.
Dokter dapat membantu menghitung kebutuhan kalori dan menyusun menu yang sesuai kondisi tubuh. Dengan begitu, program penurunan berat badan berjalan lebih aman dan terukur.
Menurunkan berat badan tidak harus dengan melewatkan makan malam. Fokuslah pada defisit kalori, porsi makan yang wajar, dan kebutuhan gizi yang tetap terpenuhi setiap hari.