IHSG Anjlok 1,11% ke 6.313 di Sesi I, Sektor Energi Tertekan Paling Dalam

Penulis: Alfin Murtado  •  Selasa, 22 September 2026 | 14:22:01 WIB
IHSG ditutup melemah 1,11% ke level 6.313 pada akhir sesi I perdagangan Selasa (BEI).

KALIMANTAN BARAT — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,11% ke level 6.313 pada akhir sesi I perdagangan Selasa, membalikkan posisi yang sempat menguat ke 6.392 saat pembukaan. Tekanan jual mendominasi hampir seluruh sektor, dengan energi menjadi yang terdalam setelah terkoreksi 2,22%. Sebanyak 537 saham tercatat turun, jauh melampaui 157 saham yang menguat.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan IHSG bergerak dalam rentang 6.277 hingga 6.423 sepanjang sesi I. Nilai transaksi saham mencapai Rp7,9 triliun dari 19,6 miliar saham yang diperdagangkan, dengan frekuensi sekitar 13 juta kali.

Dari 963 saham yang tercatat, hanya 157 yang mampu menguat, sementara 269 saham stagnan di posisi masing-masing. Komposisi itu menegaskan tekanan jual yang merata, bukan hanya terpusat di segelintir saham berkapitalisasi besar.

Energi dan Industri Pimpin Pelemahan Sektor

Hampir seluruh sektor saham berada di zona merah. Sektor energi mencatat koreksi terdalam 2,22%, disusul industri 1,70%, properti 1,35%, bahan baku 1,19%, dan konsumer non-primer 1,16%.

Pelemahan berlanjut di sektor kesehatan yang turun 0,95%, infrastruktur 0,88%, keuangan 0,79%, transportasi dan logistik 0,77%, serta teknologi 0,65%. Sektor konsumer primer menjadi yang paling tipis koreksinya, yakni 0,16%.

Pola ini menunjukkan investor cenderung mengurangi eksposur di sektor siklikal yang sensitif terhadap pelemahan permintaan global dan fluktuasi harga komoditas. Sektor energi dan industri biasanya paling cepat terpukul ketika sentimen risiko meningkat.

FORU, DYAN, dan SAPX Jadi Penopang di Tengah Tekanan

Di tengah dominasi warna merah, sejumlah saham tetap mencetak kenaikan signifikan. Fortune Indonesia (FORU) memimpin top gainers dengan penguatan 34,35%.

Menyusul FORU, saham Dyandra Media International (DYAN) naik 26,74% dan Satria Antaran Prima (SAPX) menguat 24,50%. Ketiga saham ini bergerak berlawanan arah dengan tren pasar secara keseluruhan.

BBSS, TRIN, dan LUCY Terkoreksi Paling Dalam

Di sisi lain, Bumi Benoeo Sukses Sejahtera (BBSS) mencatat penurunan terdalam 13,73%. Saham Perintis Triniti Properti (TRIN) terkoreksi 11,50%, sedangkan Lima Dua Lima Tiga (LUCY) melemah 9,94%.

Koreksi di saham-saham properti dan konstruksi seperti TRIN sejalan dengan pelemahan sektor properti yang turun 1,35% secara keseluruhan. Sektor ini masih menunggu katalis berupa penurunan suku bunga acuan untuk mendorong kembali permintaan kredit pemilikan rumah.

Yang Perlu Dicermati Investor di Sesi II

Rentang pergerakan IHSG di sesi I yang mencapai 146 poin (6.277–6.423) menunjukkan volatilitas cukup tinggi. Posisi terendah 6.277 menjadi level support jangka pendek yang perlu diperhatikan.

Jika tekanan jual berlanjut di sesi II, IHSG berpotensi menguji kembali level tersebut. Sebaliknya, kemampuan indeks bertahan di atas 6.300 bisa menjadi sinyal awal stabilisasi, terutama jika sektor keuangan dan konsumer primer mulai menahan pelemahan.

Investor disarankan mencermati arus dana asing dan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, dua faktor yang kerap menentukan arah pasar domestik dalam jangka pendek.

Reporter: Alfin Murtado
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top