PONTIANAK — Prakirawan BMKG Supadio Pontianak, Debi, menyampaikan bahwa cuaca pagi hingga siang hari secara umum berawan disertai kabut asap. Potensi hujan ringan tersebar di sebagian wilayah Kabupaten Mempawah, Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Sintang, Melawi, Kapuas Hulu, serta Kabupaten Ketapang bagian utara.
Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Sambas, Sanggau, Sekadau, Bengkayang, dan Landak. "Untuk siang hingga sore harinya kami perkirakan wilayah Kalimantan Barat masih berawan dan masih diselimuti juga dengan kabut asap. Namun beberapa wilayah berpotensi terjadi hujan," ujar Debi dalam Warta Berita Pagi RRI Pro 1 Pontianak.
Pantauan BMKG selama 24 jam terakhir menemukan 2.199 titik panas di wilayah Kalimantan Barat. "Untuk pantauan titik panas di wilayah Kalimantan Barat selama 24 jam terakhir terdeteksi adanya 2.199 titik panas," kata Debi.
Angka tersebut menjadi perhatian karena berdasarkan indeks kebakaran hutan dan lahan, sejumlah wilayah di Kalimantan Barat diprakirakan berada dalam kategori mudah hingga sangat mudah terbakar pada 23 hingga 28 September 2026.
Pada malam hingga dini hari, wilayah Kalimantan Barat diprakirakan masih berawan dan diselimuti kabut asap. Hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Kapuas Hulu.
Angin bergerak dari arah timur hingga barat dengan kecepatan 10 sampai 35 kilometer per jam. Suhu udara diprakirakan berkisar antara 23 hingga 35 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 50 hingga 97 persen.
BMKG juga mengingatkan potensi hujan yang terjadi dapat disertai kilat atau petir. Masyarakat diimbau tetap berhati-hati terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan serta mengikuti informasi cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
Informasi terbaru mengenai prakiraan cuaca dan kondisi cuaca Kalimantan Barat dapat dipantau melalui laman serta media sosial Instagram dan kanal YouTube BMKG Kalbar. Warga diimbau tidak mengandalkan informasi cuaca dari sumber tidak resmi, terutama saat kabut asap dan potensi hujan kilat masih berlangsung.
BMKG menempatkan periode 23 hingga 28 September 2026 sebagai rentang waktu yang perlu diwaspadai. Wilayah dengan kategori mudah hingga sangat mudah terbakar berisiko mengalami perluasan titik panas jika tidak ada penanganan cepat di lapangan.