Ford Tarik 86 Unit Mustang Mach-E di Kalbar, Baterai Berisiko Hilang Tenaga Mendadak

Penulis: Yoga Permadi  •  Senin, 21 September 2026 | 11:47:01 WIB
Ford menarik 86 unit Mustang Mach-E di Kalimantan Barat akibat risiko kehilangan tenaga mendadak.

PONTIANAK — Kampanye penarikan kembali atau recall menyasar 86 unit Mustang Mach-E yang diproduksi antara 2023 hingga 2025. Seluruh unit tersebut sebelumnya sudah pernah menjalani perbaikan dan menerima BECM pengganti. Namun modul baru itu rupanya tidak berhasil menginisialisasi kondisi pengisian baterai yang sebenarnya saat dipasang.

Dampaknya, sistem menetapkan state of charge (SOC) pada angka 100 persen. Pembacaan itu tidak mencerminkan kapasitas baterai yang sesungguhnya. Risiko paling serius: kendaraan bisa kehilangan tenaga tanpa peringatan ketika sedang melaju di jalan.

Mengapa Modul Pengganti Justru Jadi Sumber Masalah

Ford menjelaskan, BECM pengganti tidak mampu membaca level pengisian baterai secara tepat begitu terpasang di kendaraan. Kondisi ini berbeda dari persoalan BECM sebelumnya yang justru menjadi alasan perbaikan awal.

Ketika sistem salah membaca SOC, pengemudi bisa mengira baterai masih penuh padahal kapasitasnya jauh di bawah angka tersebut. Situasi itu membuka peluang kendaraan berhenti mendadak di tengah perjalanan.

Selain meningkatkan risiko kecelakaan, gangguan pada pembacaan baterai berpotensi memicu persoalan di sistem tegangan tinggi. Dalam situasi tertentu, kondisi tersebut dapat berujung pada kebakaran.

Perbaikan Gratis Lewat Pembaruan Perangkat Lunak

Untuk mengatasi masalah ini, Ford menginstruksikan seluruh jaringan diler melakukan pembaruan perangkat lunak pada BECM. Pemilik Mustang Mach-E yang kendaraannya masuk daftar terdampak tidak dikenakan biaya apa pun untuk perbaikan tersebut.

Pemilik di Kalimantan Barat disarankan segera menghubungi diler resmi Ford terdekat untuk menjadwalkan pembaruan. Prosesnya dilakukan di bengkel resmi, bukan melalui pembaruan jarak jauh.

Stop-Sale Mustang ICE di Australia, Hampir 500 Unit Tertahan di Diler

Recall Mustang Mach-E ini muncul tak lama setelah Ford menghentikan sementara penjualan Mustang bermesin pembakaran internal (ICE) di Australia. Kebijakan stop-sale itu mencakup 7.724 unit Mustang coupe dan convertible yang diproduksi antara Mei 2023 hingga Mei 2026.

Hampir 500 unit di antaranya masih berada di jaringan diler sehingga tidak bisa dijual sebelum masalahnya diperbaiki. Ford menyebut material heat-shrink yang berlebihan di sekitar grounding eyelet pada wiring harness berpotensi memengaruhi fungsi tertentu pada kendaraan.

Hingga kini, Ford belum menerima laporan insiden maupun keluhan yang berkaitan dengan kondisi tersebut di Australia. Suku cadang untuk perbaikan diperkirakan baru tersedia di sana pada Desember 2026.

Artinya, unit Mustang yang terkena stop-sale dan masih tertahan di diler berpotensi menganggur selama beberapa bulan. Ford menegaskan kebijakan itu merupakan stop-sale, bukan perintah menghentikan penggunaan kendaraan.

Pemilik Mustang yang sudah menerima kendaraannya masih diperbolehkan menggunakan mobil tersebut sembari menunggu proses perbaikan recall. Bagi konsumen di Kalimantan Barat, langkah paling aman adalah memastikan nomor rangka kendaraan terdaftar dalam kampanye recall sebelum melakukan perjalanan jauh.

Reporter: Yoga Permadi
Sumber: suarakalbar.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top