Ketua DAD Mempawah Apresiasi Polres Bantu Warga Terdampak Karhutla, Distribusi Air Bersih hingga Obat Gratis

Penulis: Vikri Alfandi  •  Minggu, 20 September 2026 | 09:16:01 WIB

MEMPAWAH — Musim kemarau yang berlangsung hampir tiga bulan di sejumlah wilayah Kalimantan Barat memicu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sekaligus mendatangkan persoalan baru bagi warga. Keterbatasan air bersih hingga meningkatnya risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi dampak yang paling dirasakan masyarakat Mempawah.

Menghadapi kondisi itu, Polres Mempawah mengerahkan personel ke sejumlah lokasi terdampak. Selain terlibat pemadaman, jajaran kepolisian membantu warga lewat distribusi air bersih, bantuan sembako, pembagian masker, serta pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis.

Adrianus: Kehadiran Negara yang Benar-Benar Dirasakan Warga

Ketua DAD Kabupaten Mempawah, Adrianus, menilai langkah tersebut menyentuh langsung kebutuhan masyarakat yang terdampak kabut asap dan kekeringan. Menurutnya, respons cepat kepolisian menjadi bentuk kehadiran negara yang benar-benar dirasakan warga.

"Walau baru menjabat beberapa bulan, saya apresiasi dan bangga dengan gerak langkah Polres Mempawah di bawah komando AKBP Ade Chandra Capa Yanto sebagai Kapolres Mempawah," ujar Adrianus, Minggu (20/9/2026) pagi.

Adrianus menyebut, dalam situasi darurat, masyarakat membutuhkan tindakan cepat dan kehadiran langsung petugas di lapangan. Ia menilai akses menuju rumah sakit menjadi salah satu kendala utama warga di tengah kondisi saat ini.

"Di saat darurat seperti ini masyarakat memang butuh gerak cepat dan terjun langsung ke lapangan, termasuk untuk memeriksa kesehatan dan memberikan pengobatan. Dalam kondisi seperti ini pasti banyak kendala, salah satunya akses menuju rumah sakit," katanya.

Kabut Asap Tebal Menyulitkan Warga Beraktivitas dan Berobat

Tebalnya kabut asap membuat warga sulit beraktivitas maupun mengakses fasilitas kesehatan. Karena itu, pelayanan kesehatan yang langsung menyasar permukiman warga dinilai sangat penting.

Adrianus menilai bantuan yang diberikan Polres Mempawah telah menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat terdampak. Menurutnya, masker, pemeriksaan kesehatan, pengobatan, dan air bersih merupakan kebutuhan yang sangat mendesak.

"Kebutuhan masyarakat yang terdampak memang yang dibutuhkan saat ini. Artinya tepat sasaran sehingga masyarakat merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut," ungkapnya.

Dampak Kabut Asap Juga Mengganggu Ekonomi Warga

Selain berdampak pada kesehatan, kabut asap berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat. Adrianus menyebut warga kesulitan bekerja sekaligus memenuhi kebutuhan makan harian saat kondisi memburuk.

"Saat ini masyarakat itu sudah pasti perlu masker, pengobatan, pemeriksaan kesehatan dan penyediaan air bersih. Apalagi dengan adanya kabut asap ini akan berdampak pada perekonomian. Mau kerja susah, tak kerja tak dapat uang. Tak ada uang, mau makan apa?" tuturnya.

Harapan agar Instansi Lain Ikut Ambil Peran

Adrianus berharap respons cepat Polres Mempawah dapat menjadi contoh bagi instansi lain untuk turut mengambil peran membantu masyarakat menghadapi dampak Karhutla. Menurutnya, penanganan dampak kemarau panjang tidak bisa hanya bertumpu pada satu institusi.

"Untuk itu, saya berharap semoga gerak cepat Polres Mempawah ini menjadi contoh instansi lain untuk berbuat hal serupa," pungkasnya.

Reporter: Vikri Alfandi
Sumber: suarakalbar.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top