Pangdam XII/Tpr Geser Pasukan ke Sektor Selatan Kalbar, Fokus Pemadaman Karhutla di Ketapang dan Kayong Utara

Penulis: Alfin Murtado  •  Sabtu, 19 September 2026 | 06:46:02 WIB

KETAPANG — Kodam XII/Tanjungpura memindahkan sebagian kekuatan personel dari wilayah utara ke sektor selatan Kalimantan Barat. Langkah itu diambil menyusul perbaikan kondisi karhutla di sejumlah kabupaten bagian utara, sementara wilayah selatan masih menghadapi cuaca kering.

Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito meninjau langsung lokasi rawan karhutla di Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Ketapang, Kamis (17/9/2026). Peninjauan bertujuan mengevaluasi perkembangan penanganan sekaligus memastikan sinergi personel gabungan di lapangan.

Wilayah Utara Membaik, Sektor Selatan Masih Rawan

Hasil pemantauan menunjukkan penurunan jumlah hotspot dan fire spot secara signifikan di sejumlah wilayah Kalimantan Barat bagian utara. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Sambas, Bengkayang, Sanggau, Sintang, Kapuas Hulu khususnya Putussibau, serta Kabupaten Landak.

Kondisi berbeda terjadi di Kalbar bagian selatan. Berdasarkan data BMKG, sektor selatan masih menghadapi cuaca yang relatif lebih kering sehingga berpotensi meningkatkan kerawanan karhutla.

“Sektor utara yang kondisinya sudah membaik kita geser pasukannya ke wilayah selatan. Harapannya, setiap kecamatan, Koramil, hingga desa ada unsur TNI bersama Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), BPBD, dan Polri yang bahu-membahu melakukan pemadaman,” tegas Novi.

Dua Titik di Ketapang Jadi Prioritas Peninjauan

Agenda peninjauan diawali kunjungan ke Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara. Setelah berkoordinasi dan melaksanakan istirahat, salat, dan makan di Pendopo Bupati Kayong Utara, Pangdam melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Ketapang.

Di Ketapang, Pangdam meninjau dua lokasi yang dinilai masih rawan karhutla, yakni Kecamatan Muara Pawan dan kawasan Sungai Besar, Pelang.

“Sejak dilaksanakannya status tanggap darurat, TNI telah menambah kekuatan, bahkan Kodam XII/Tpr mendapatkan perkuatan satuan BKO dari luar wilayah. Hasil evaluasi menunjukkan tren penanganan saat ini terus membaik,” ujar Novi.

Pencegahan dan Penegakan Hukum Jalan Beriringan

Selain pemadaman, penanganan karhutla dilakukan melalui upaya pencegahan dan penegakan hukum. Langkah tersebut menyasar oknum maupun korporasi yang masih melakukan pengolahan lahan secara ilegal dengan cara membakar.

TNI menurunkan tim penyuluh hukum ke sejumlah pemukiman warga. Tim memberikan edukasi mengenai pengelolaan lahan yang aman dan tidak menimbulkan risiko kebakaran.

Pangdam menjelaskan, perubahan jumlah titik api dari hari ke hari bersifat dinamis. Kondisi dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk suhu udara serta arah dan kecepatan angin.

“Secara siklus harian, titik api paling minim terpantau pada pagi hari, lalu sedikit meningkat pada siang hari karena faktor panas dan angin, dan kembali menurun menjelang sore. Namun secara akumulatif, jumlah titiknya terus berkurang,” jelasnya.

Sinergi Lintas Instansi Jadi Kunci

Meski terdapat penurunan hotspot berdasarkan pemantauan aplikasi SiPongi, upaya pencegahan dan pemadaman tetap dilakukan intensif. Prioritas diberikan pada wilayah yang masih memiliki kondisi cuaca kering dan berpotensi terjadi kebakaran.

Dengan pengalihan kekuatan tersebut, Kodam XII/Tpr berharap penanganan karhutla di sektor selatan Kalbar semakin optimal. Keterlibatan bersama TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, MPA, pemerintah daerah, serta masyarakat menjadi kunci penanganan di lapangan.

Reporter: Alfin Murtado
Sumber: suarakalbar.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top