KALIMANTAN BARAT — Steam Machine dijual tanpa menyertakan pengontrol dalam paket penjualannya. Valve memilih tidak memberikan subsidi pada komponen perangkat keras, langkah yang berbeda dari strategi konsol mainstream yang biasanya menjual perangkat di bawah biaya produksi.
Keputusan itu diambil karena tekanan biaya RAM yang melonjak sepanjang 2026. Produsen chip memori seperti Samsung, Micron, dan SK Hynix memegang kendali penuh atas penetapan harga pasar.
Engineer Valve, Pierre-Loup Griffais, membeberkan sulitnya mengamankan pasokan RAM dalam wawancara di kanal YouTube Gamers Nexus. Ia menyebut tidak ada kontrak jangka panjang yang bisa mengunci harga.
"Tidak ada kontrak jangka panjang. Mereka memberi kami penawaran harga setiap bulan dan menentukan berapa unit yang bisa kami beli. Pilihannya hanya 'ya' atau 'tidak'. Jika kami menolak, mereka tidak akan berbicara lagi dengan kami," ungkap Griffais.
Posisi tawar yang timpang itu membuat Valve tidak punya ruang negosiasi. Pemasok menentukan harga dan kuota secara sepihak setiap bulan.
Krisis pasokan komponen memori tidak hanya menghantam Valve. Lenovo menyesuaikan harga pada lini Legion Go S, sementara Microsoft melakukan hal serupa pada lini Surface.
CEO Apple Tim Cook sebelumnya telah memperingatkan potensi kenaikan harga pada lini iPhone dan Mac. Ia memprediksi kelangkaan RAM akan berlangsung lama dan berdampak ke seluruh industri perangkat.
Valve mengonfirmasi seluruh unit Steam Machine yang diproduksi saat ini menggunakan satu keping RAM berkapasitas 16GB dengan konfigurasi single-channel. Konfigurasi dual-channel secara teoritis menawarkan performa lebih baik.
Insinyur Valve Yazan Aldehayyat menjelaskan pengujian internal perusahaan menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan yang terukur saat menjalankan berbagai judul gim. Meski begitu, Valve tidak menutup kemungkinan mengubah konfigurasi memori pada lini produksi mendatang.
Valve tidak membeberkan target harga awal Steam Machine sebelum krisis RAM melanda. Namun tren kenaikan harga bisa diestimasi dari lini produk Steam Deck OLED.
Varian Steam Deck OLED sebelumnya mengalami lonjakan harga sebesar USD 240 untuk model 512GB dan USD 300 untuk model 1TB. Jika angka penyesuaian tersebut dikurangi dari harga Steam Machine saat ini, target harga aslinya diperkirakan berada di kisaran USD 809 (512GB) dan USD 1.049 (2TB).
Tekanan rantai pasok global pada akhirnya memaksa Valve menetapkan angka penjualan yang lebih tinggi di pasar. Bagi konsumen Indonesia yang menantikan perangkat ini, harga final di pasar lokal masih menunggu pengumuman resmi distributor.