Valve Ungkap Harga Steam Machine, Krisis RAM Dongkrak Harga Jadi Rp 16,1 Juta

Penulis: Yoga Permadi  •  Selasa, 15 September 2026 | 17:03:01 WIB
Valve resmi mengungkap harga Steam Machine yang terdongkrak krisis RAM global.

KALIMANTAN BARAT — Steam Machine dijual tanpa menyertakan pengontrol dalam paket penjualannya. Valve memilih tidak memberikan subsidi pada komponen perangkat keras, langkah yang berbeda dari strategi konsol mainstream yang biasanya menjual perangkat di bawah biaya produksi.

Keputusan itu diambil karena tekanan biaya RAM yang melonjak sepanjang 2026. Produsen chip memori seperti Samsung, Micron, dan SK Hynix memegang kendali penuh atas penetapan harga pasar.

Posisi Tawar Pemasok RAM: Ambil atau Tinggalkan

Engineer Valve, Pierre-Loup Griffais, membeberkan sulitnya mengamankan pasokan RAM dalam wawancara di kanal YouTube Gamers Nexus. Ia menyebut tidak ada kontrak jangka panjang yang bisa mengunci harga.

"Tidak ada kontrak jangka panjang. Mereka memberi kami penawaran harga setiap bulan dan menentukan berapa unit yang bisa kami beli. Pilihannya hanya 'ya' atau 'tidak'. Jika kami menolak, mereka tidak akan berbicara lagi dengan kami," ungkap Griffais.

Posisi tawar yang timpang itu membuat Valve tidak punya ruang negosiasi. Pemasok menentukan harga dan kuota secara sepihak setiap bulan.

Dampak Krisis RAM ke Vendor Lain

Krisis pasokan komponen memori tidak hanya menghantam Valve. Lenovo menyesuaikan harga pada lini Legion Go S, sementara Microsoft melakukan hal serupa pada lini Surface.

CEO Apple Tim Cook sebelumnya telah memperingatkan potensi kenaikan harga pada lini iPhone dan Mac. Ia memprediksi kelangkaan RAM akan berlangsung lama dan berdampak ke seluruh industri perangkat.

Spesifikasi RAM 16GB dan Pengujian Performa

Valve mengonfirmasi seluruh unit Steam Machine yang diproduksi saat ini menggunakan satu keping RAM berkapasitas 16GB dengan konfigurasi single-channel. Konfigurasi dual-channel secara teoritis menawarkan performa lebih baik.

Insinyur Valve Yazan Aldehayyat menjelaskan pengujian internal perusahaan menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan yang terukur saat menjalankan berbagai judul gim. Meski begitu, Valve tidak menutup kemungkinan mengubah konfigurasi memori pada lini produksi mendatang.

Estimasi Pergeseran Target Harga Awal

Valve tidak membeberkan target harga awal Steam Machine sebelum krisis RAM melanda. Namun tren kenaikan harga bisa diestimasi dari lini produk Steam Deck OLED.

Varian Steam Deck OLED sebelumnya mengalami lonjakan harga sebesar USD 240 untuk model 512GB dan USD 300 untuk model 1TB. Jika angka penyesuaian tersebut dikurangi dari harga Steam Machine saat ini, target harga aslinya diperkirakan berada di kisaran USD 809 (512GB) dan USD 1.049 (2TB).

Tekanan rantai pasok global pada akhirnya memaksa Valve menetapkan angka penjualan yang lebih tinggi di pasar. Bagi konsumen Indonesia yang menantikan perangkat ini, harga final di pasar lokal masih menunggu pengumuman resmi distributor.

Reporter: Yoga Permadi
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top