PONTIANAK — Lima titik di Kota Pontianak menerima bantuan air bersih dari Pemprov Kalimantan Barat. Setiap titik dilayani satu unit mobil tangki berkapasitas 8.000 liter, sehingga total air yang disalurkan mencapai 40 ribu liter.
Warga datang membawa jeriken, ember, hingga galon untuk menampung air. Antusiasme terlihat tinggi di lokasi penyaluran.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan meninjau langsung penyaluran di Kompleks Puri Akcaya 3, Kecamatan Pontianak Tenggara. Ia menyebut laporan warga soal air PDAM yang tidak lagi layak untuk memasak dan minum jadi dasar penyaluran.
"Hari ini Pemprov Kalbar melalui Dinas PUPR menyalurkan 40 ribu liter air bersih di lima titik di Kota Pontianak. Saya turun langsung ke Paris 2 ini karena mendapat laporan dari warga bahwa air PDAM sudah tidak bisa digunakan untuk memasak dan minum karena terasa asin," ujar Gubernur.
Kondisi itu disebut sebagai salah satu dampak musim kemarau terhadap kualitas air. Intrusi air laut membuat pasokan PDAM bercampur rasa asin.
Pemprov Kalbar akan terus memantau kondisi lapangan. Bantuan disalurkan selama masyarakat masih membutuhkan pasokan air bersih.
"Saya sudah menginstruksikan Dinas PUPR untuk terus standby. Selama air PDAM masih asin dan masyarakat masih membutuhkan, pemerintah akan terus menyalurkan bantuan air bersih. Ini menjadi prioritas karena air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat," tegasnya.
Penyaluran sebelumnya sudah berlangsung di sejumlah wilayah Kota Pontianak sejak beberapa hari terakhir.
Siti (45), warga Paris 2, mengaku terbantu dengan bantuan tersebut. Ia menyebut air PDAM di rumahnya sudah asin sekitar sepekan.
"Alhamdulillah, terima kasih atas kepedulian Bapak Gubernur. Air PDAM sudah sekitar seminggu ini asin dan tidak bisa digunakan untuk memasak. Dengan adanya bantuan ini kami sangat terbantu untuk kebutuhan sehari-hari. Saya berharap dan berdoa semoga segera turun hujan," ungkapnya.
Selain soal air bersih, Ria Norsan mengingatkan risiko kebakaran hutan dan lahan yang naik selama kemarau. Ia meminta warga tidak membakar lahan dan segera melapor jika melihat titik api.
"Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan melakukan pembakaran lahan, dan apabila melihat adanya titik api segera laporkan kepada pihak terkait. Penanganan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan peran seluruh masyarakat," imbaunya.
Warga juga diajak menghemat penggunaan air dan memakai bantuan sesuai kebutuhan. Pemprov Kalbar memastikan penyaluran air bersih berlanjut sebagai respons terhadap dampak kemarau.