KALIMANTAN BARAT — Erupsi terbaru Gunung Ibu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi 47 detik. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia mencatat kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal bergerak ke arah timur laut.
Bagi wisatawan yang sedang merencanakan perjalanan ke kawasan Halmahera, kondisi ini penting dipantau sebelum berangkat. Gunung Ibu adalah salah satu dari puluhan gunung api aktif yang dipantau MAGMA Indonesia setiap hari.
Pengamatan kegempaan pada 13 September 2026 pukul 00.00–23.59 WIT mencatat 102 kali gempa letusan atau erupsi. Amplitudonya berkisar 15–28 milimeter dengan lama gempa 34–154 detik.
Selain itu, terekam 1 kali gempa hembusan dengan amplitudo 6 milimeter dan lama gempa 32 detik. Ada pula 9 kali gempa harmonik dengan amplitudo 2–10 milimeter serta lama gempa 32–125 detik.
PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan pengunjung agar tidak beraktivitas di dalam radius 2 kilometer dari kawah. Ada perluasan sektoral berjarak 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara kawah aktif.
Imbauan ini berlaku untuk siapa pun, termasuk pendaki dan fotografer yang biasanya mendekat untuk memburu lanskap vulkanik. Tingkat aktivitas Gunung Ibu saat ini berada di Level II (Waspada).
Sepanjang tahun 2026, MAGMA Indonesia telah merekam 4.622 letusan gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur memimpin dengan 1.805 kali letusan.
Gunung Ibu menyusul di posisi kedua dengan 1.502 kali letusan. Angka ini menunjukkan frekuensi erupsi Gunung Ibu jauh lebih tinggi dibanding rata-rata gunung api lain yang dipantau.
Kawasan Halmahera Barat punya daya tarik lain di luar gunung, mulai dari pantai hingga wisata budaya. Jika tetap berangkat, cek status terkini Gunung Ibu lewat aplikasi MAGMA Indonesia atau kanal resmi PVMBG sebelum beraktivitas di luar ruangan.
Siapkan masker N95 untuk mengantisipasi abu vulkanik, terutama saat arah angin berubah. Informasi terkini soal akses dan kondisi jalur dapat dikonfirmasi via dinas pariwisata setempat atau pos pengamatan gunung api terdekat.
Durasi ideal untuk memantau kondisi Gunung Ibu adalah dengan memperbarui informasi setiap hari selama berada di kawasan Halmahera, mengingat frekuensi erupsinya yang tinggi dalam sepekan terakhir.