Bayi Perlu Merangkak Sebelum Berjalan: 5 Alasan Penting dan Tips Stimulasinya

Penulis: Wisnu Wardana  •  Minggu, 13 September 2026 | 09:20:31 WIB
Bayi berlatih merangkak untuk memperkuat otot lengan, bahu, dan kaki.

KALIMANTAN BARAT — Menurut National Health Services (NHS) UK, di rentang usia itu bayi sedang melatih koordinasi tangan dan kaki sekaligus menguatkan otot lengan, bahu, dan kakinya. Kemampuan ini yang nantinya menopang berat tubuhnya saat mulai berdiri dan melangkah.

Pakar kesehatan saraf Jeremy Schmoe dari The Functional Neurology Center menekankan hal serupa. "Merangkak dengan tangan dan lutut sangat penting untuk perkembangan otak dan tubuh yang baik. Biarkan bayi merangkak selama yang diinginkan. Nanti saat ia berjalan sendiri, ia akan terus merasakan manfaatnya," ujarnya.

Kapan Bayi Biasanya Mulai Merangkak

Mengutip Pregnancy, Birth and Baby, bayi umumnya merangkak dengan tangan dan lutut antara usia 6 dan 9 bulan. Sebagian bayi memulai dengan gaya berbeda, yaitu berguling-guling atau merangkak dengan perut menempel di lantai.

Gaya terakhir ini dikenal sebagai "merangkak ala komando" dan biasanya muncul sekitar usia 9 bulan. Jadi kalau Si Kecil belum merangkak dengan lutut di usia 7 bulan, itu masih dalam batas normal.

1. Melatih Kekuatan Fisik Bagian Atas Tubuh

Saat merangkak, bayi meletakkan beban di tangannya. Proses ini yang mengembangkan kekuatan dan stabilitas di area bahu.

Manfaatnya tidak berhenti di situ. Kekuatan tersebut nantinya dipakai untuk keterampilan lain seperti makan sendiri, mewarnai, menulis, sampai berpakaian tanpa bantuan.

2. Menjaga Keseimbangan Tubuh

Aktivitas merangkak membantu mengembangkan sistem keseimbangan atau vestibular bayi. Selain itu, gerakan ini juga melatih kemampuan sensorik, kognitif, pemecahan masalah, dan koordinasi tubuh secara keseluruhan.

3. Memengaruhi Postur Saat Berjalan

Sebuah studi tahun 2021 dalam jurnal Infancy menemukan adanya pengaruh pengalaman merangkak terhadap kemampuan bayi berjalan. Bayi yang pernah merangkak cenderung lebih mudah menghindari jatuh dan lebih cepat beradaptasi saat belajar berjalan.

4. Melatih Koordinasi Tangan dan Kaki

Menurut North Shore Pediatric Therapy, merangkak membantu anak mempelajari koordinasi bilateral antara lengan dan kakinya. Ini adalah kemampuan menggerakkan dua sisi tubuh secara bersamaan.

Kalau fase ini terlewat, anak berisiko kesulitan mengoordinasikan kedua bagian tubuhnya. Dampak jangka panjangnya bisa terasa saat ia belajar membaca, menulis, dan memahami pelajaran di sekolah.

5. Berperan dalam Sistem Visual Motorik

Merangkak juga melatih sistem visual motorik anak. Saat bergerak, bayi memindai lingkungan dengan matanya sambil menyesuaikan gerakan tubuhnya. Kombinasi ini yang melatih mata dan tangan bekerja selaras.

Cara Stimulasi Bayi Belajar Merangkak di Rumah

Bunda tidak perlu membeli perlengkapan khusus. Beberapa langkah sederhana berikut bisa membantu Si Kecil lebih semangat belajar merangkak.

  • Rutin tummy time. Biarkan bayi tengkurap dan menjelajah dari posisi itu. Latihan ini memperkuat otot leher, punggung, dan bahu serta melatih kontrol kepalanya.
  • Temani saat bermain. Letakkan mainan favoritnya sedikit di luar jangkauan supaya ia terdorong merangkak meraihnya. Kehadiran Bunda secara fisik membuatnya lebih bersemangat mencoba.
  • Amankan area merangkak. Tutup sudut tajam, singkirkan barang mudah pecah, dan jauhkan benda kecil seperti koin, baterai kancing, atau peniti yang bisa memicu tersedak.
  • Pijat bayi. Pijatan lembut membantu merelaksasi otot dan melancarkan sirkulasi darah. Sesuaikan kekuatan pijatan dengan kondisi tubuh bayi.
  • Baca buku sambil latihan duduk. Di usia 7–9 bulan, ajak bayi duduk di lantai sambil membaca buku bersama untuk melatih keseimbangan tubuhnya.

Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter

Setiap bayi punya tempo perkembangan berbeda. Namun, bila Si Kecil belum menunjukkan usaha bergerak mendekati usia 10 bulan, atau tubuhnya tampak kaku di satu sisi saat bergerak, sebaiknya konsultasikan ke dokter anak.

Dokter bisa menilai apakah ada hambatan pada otot atau saraf yang perlu ditangani lebih awal. Deteksi dini membuat penanganan jadi lebih mudah dan hasilnya lebih optimal.

Fase merangkak adalah fondasi penting sebelum bayi berjalan. Dengan stimulasi rutin dan lingkungan yang aman, Bunda bisa membantunya melewati tahap ini tanpa tekanan berlebihan.

Reporter: Wisnu Wardana
Sumber: haibunda.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top