SANGGAU — Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP/PTSP) Kabupaten Sanggau, H. Rizma Aminin, hadir mewakili Bupati Sanggau dalam kegiatan tersebut. Turut hadir perwakilan Forkopimda, Kemenag, Kemenhaj dan Umroh H. M. Hasbi, Kepala LPP RRI Sanggau Riswandi, Anggota DPRD Dapil Kapuas Zulkarnain, Ketua Yayasan Kesejahteraan Muslimin H. Munawar, perwakilan BAZNAS, serta sejumlah pimpinan ormas Islam.
Dalam sambutannya, Rizma Aminin mengajak jemaah untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW. Ia menekankan pentingnya mengenalkan sosok Nabi sebagai pahlawan sejati kepada generasi muda.
"Mari kita merefres pikiran dan jiwa dalam meneladani akhlak Baginda Nabi Muhammad SAW. Ajarkan anak-anak kita hero atau pahlawan sesungguhnya bukan spiderman, iron man atau batman, tapi Baginda Nabi Muhammad SAW," ajak Rizma.
Rizma juga memohon doa untuk para petugas dan relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan yang tengah berjuang memadamkan api di Kecamatan Tayan Hilir. Ia mengimbau jemaah menjaga kesehatan di tengah kabut asap.
"Saya juga mau mengingatkan kepada seluruh Jemaah untuk menjaga kesehatan di tengah kondisi kabut asap dengan menggunakan masker, minum vitamin dan perbanyak minum air putih," ajaknya.
Ketua Panitia yang diwakili Ketua PHBI sekaligus Ketua Masjid Agung Al-Muawanah Sanggau, H. Saukani, menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur yang mendukung suksesnya kegiatan. Ia menjelaskan pelaksanaan Maulid kali ini berlangsung di saat-saat terakhir karena hampir seluruh masjid di Kota Sanggau sudah lebih dulu melaksanakannya.
"Kegiatan hari ini merupakan penutup dari seluruh peringatan Maulid yang ada. Harapan kita, dari sekian banyak kegiatan yang kita laksanakan dapat membawa pesan-pesan moral bagaimana perjuangan Baginda Nabi yang perlu kita contoh dan kita teladani," ujarnya.
Saukani bersyukur masjid terisi penuh oleh jemaah dari berbagai penjuru Kota Sanggau. Ia berharap keramaian jemaah seperti ini bisa dipertahankan dan ditingkatkan pada kegiatan berikutnya.
"Mudah-mudahan ketika kita mengadakan kegiatan seperti ini lagi jemaah-jemaah yang ramai seperti ini bisa kita pertahankan dan tingkatkan," harapnya.
Dalam tausiahnya, Habib Muhammad Al-Qadrie menyebut bencana kabut asap di Kalbar termasuk Sanggau akibat karhutla adalah ulah manusia. Ia menilai keserakahan dan ketamakan terhadap jabatan serta harta telah membutakan hati sebagian pihak.
"Itu semua ulah tangan manusia yang jahat, rakus dan tamak dengan jabatannya, dengan harta dunianya yang membutakan hatinya. Memang Karhutla itu disebabkan dua hal, karena alam dan karena ulah manusia, dan itu riil keadaannya," tegasnya.
Habib mengajak umat bersyukur atas nikmat Allah yang masih diberikan, salah satunya nikmat udara. Ia mencontohkan bagaimana udara segar yang biasa dihirup kini digantikan udara kotor penuh asap dan debu.
"Nikmat yang tidak tampak itu jauh lebih banyak dari pada yang tampak, misalnya udara hari ini. Kemarin-kemarin udara segar, ketika kita buka jendela rumah kita, pintu rumah kita, udara yang kita hirup begitu segar, tapi hari ini Allah cabut nikmat itu dengan udara kotor penuh asap dan debu, ini ulah tangan-tangan manusia yang rakus dan tamak," katanya.
Ia membandingkan kondisi Sanggau dengan Pontianak yang menurutnya bukan hanya udaranya kotor, tetapi airnya sudah asin bukan payau lagi. Menurutnya, udara kotor saat ini merupakan teguran dari Allah.
"Bahwa udara yang selama ini kalian hirup itu gratis Allah berikan tidak perlu bayar karena milik Allah, tapi kalau udara ini milik Pemerintah dah pasti kita kena pajak," ucapnya disambut tawa jemaah.
Tablig akbar ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, penanganan karhutla, dan keberkahan bagi Kabupaten Sanggau.