KALIMANTAN BARAT — Direktur Meteorologi Penerbangan BMKG, Achadi Subarkah Raharjo, memaparkan bahwa durasi hujan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau sangat bergantung pada dinamika atmosfer dan aktivitas erupsi itu sendiri. Hingga Senin (7/9/2026), erupsi menerus yang berlangsung selama 25 jam membuat konsentrasi partikel abu di udara terus bertambah, meningkatkan potensi hujan abu di sejumlah wilayah.
Pernyataan ini menjawab tingginya volume pencarian warganet soal "perkiraan abu vulkanik sampai kapan" yang melonjak lebih dari 120 persen di Google Trends. Pertanyaan serupa mengenai arah sebaran abu, seperti "sudah sampai mana", juga menjadi topik hangat yang dicari masyarakat di tengah kekhawatiran dampak kesehatan dan gangguan aktivitas.
Menurut Aat, sapaan akrabnya, ada tiga faktor kunci yang menentukan seberapa jauh dan lama abu vulkanik melayang di atmosfer. Faktor pertama adalah tinggi kolom erupsi yang terlontar ke udara, disusul arah serta kecepatan angin di setiap level ketinggian, dan terakhir adalah ukuran partikel material vulkanik yang disemburkan.
"Partikel yang berukuran kecil dan terlontar di udara pada lapisan atas yang lebih tinggi, sangat mungkin bertahan berhari-hari di atmosfer. Persebarannya dapat lebih jauh apabila kecepatan angin pada ketinggian tersebut bertiup kencang," jelasnya dalam keterangan tertulis, Senin (7/9/2026).
Berdasarkan model prediksi yang dimiliki BMKG, sebaran abu vulkanik saat ini bergerak ke arah timur dari Gunung Anak Krakatau dan mendekati ruang udara Jawa Tengah. Namun, Aat memastikan bahwa partikel abu yang benar-benar jatuh ke permukaan darat masih belum terdeteksi signifikan di area Bandara Kertajati, Jawa Barat.
Hasil pengujian kertas (paper test) di bandara tersebut masih menunjukkan hasil negatif. Ini mengindikasikan bahwa meskipun secara visual langit mungkin tampak berkabut, konsentrasi abu yang turun belum mencapai level yang mengganggu operasional penerbangan atau aktivitas warga di darat.
Menanggapi apakah tren erupsi ini akan berlangsung lama, Aat memberikan jawaban diplomatis. Pihaknya berharap aktivitas vulkanik segera mereda agar partikel yang melayang di atmosfer bisa segera turun atau menjauh dari wilayah pemukiman penduduk.
"Kita semua berharap erupsi segera berhenti dan persebaran atmosfer segera dipercepat turunnya ke darat oleh adanya hujan atau menjauh dari wilayah yang berdampak pada masyarakat dan sektor lainnya," tutupnya.
Masyarakat di pesisir Lampung, Banten, dan sekitarnya diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG danPVMBG. Penggunaan masker tetap disarankan bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan, terutama jika intensitas hujan abu mulai terasa, sebagai langkah antisipasi terhadap gangguan pernapasan.