PONTIANAK — Kementerian PU mengerahkan empat mobil tangki air, 45 hidran umum, satu mobil kabin toilet, dan satu mobil tangki tinja untuk mempercepat distribusi air bersih di Kalimantan Barat. Dukungan ini menjangkau wilayah Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kayong Utara, Melawi, dan Sanggau yang mengalami dampak kekeringan dan karhutla.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa ketersediaan air merupakan kebutuhan mendasar yang harus dijaga, terutama saat sejumlah wilayah menghadapi kekeringan. Ia memastikan pihaknya akan terus melakukan langkah penanganan dengan menyesuaikan kebutuhan dan kondisi di lapangan.
“Air merupakan fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu,” katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu, 5 September 2026.
Di Kota Pontianak, bantuan difokuskan pada fasilitas layanan publik yang membutuhkan pasokan air secara berkelanjutan. Sebanyak 92 ribu liter air bersih telah disalurkan ke Sekolah Rakyat 2 Flora, RSUD Soedarso, RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie, serta PMI Kota Pontianak.
Penyaluran ke fasilitas kesehatan dan pendidikan ini dinilai krusial untuk memastikan operasional layanan tetap berjalan normal di tengah keterbatasan air bersih.
Penanganan di Kabupaten Kubu Raya melibatkan peminjaman mobil tangki kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Langkah ini memungkinkan distribusi air menjangkau 11 titik lokasi dengan total penyaluran mencapai 40 ribu liter, termasuk ke Pondok Pesantren Tahfidz Modern Mahir.
Sementara itu, di Kabupaten Melawi, mobil tangki diserahkan kepada Perumda Tirta Melawi untuk mendukung operasionalnya. Distribusi air untuk penanganan karhutla dilakukan di dua titik dengan total 8.000 liter, sedangkan masyarakat terdampak kekeringan di tiga titik lokasi menerima 12.000 liter air bersih.
Di Kayong Utara, dukungan serupa diberikan melalui peminjaman mobil tangki kepada Dinas PUPR setempat, yang digunakan untuk menyalurkan 44 ribu liter air ke 11 titik distribusi.
Kabupaten Sanggau menjadi wilayah terakhir yang menerima bantuan melalui kegiatan Gerakan Irigasi Bersih. BPBPK Kalimantan Barat menyalurkan 20 ribu liter air bersih ke Desa Temiang Mali dalam program yang diselenggarakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I tersebut.
Kepala BPBPK Kalimantan Barat Mohd. Yoza Habibie menekankan pentingnya sinergi antarinstansi agar bantuan dapat diberikan secara cepat dan tepat sasaran. “BPBPK Kalimantan Barat siap memberikan dukungan sesuai kewenangan agar kita dapat mengatasi masalah kekeringan ini bersama,” ucap Yoza.
Kementerian PU menyatakan akan terus memantau kondisi lapangan dan mengoptimalkan sarana tanggap darurat yang tersedia. Langkah ini dilakukan untuk menjaga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau masih berlangsung di Kalimantan Barat.