KALIMANTAN BARAT — Pencegahan stunting adalah pekerjaan rumah bersama yang menuntut keterlibatan banyak pihak, bukan hanya tenaga kesehatan atau pemerintah desa. Sinergi semacam inilah yang coba diperkuat melalui Rembuk Stunting yang digelar di Balai Pertemuan Srikemuning, Desa Lubuk, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Kamis (3/9/2026) pagi.
Forum ini menjadi ruang komunikasi yang mempertemukan unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Bhabinkamtibmas, hingga perangkat RT/RW dan masyarakat. Tujuannya satu: membangun kepedulian kolektif terhadap tumbuh kembang anak di wilayah masing-masing.
Dengan pendekatan berbasis lingkungan seperti ini, upaya pencegahan stunting bisa lebih terarah. Masalah yang ditemukan di lapangan bisa langsung diidentifikasi dan dicarikan solusi bersama, bukan hanya lewat data di atas kertas.
Babinsa Desa Lubuk dan Kelurahan Gading Sari Koramil 03/Kundur Kodim 0317/TBK, Praka Turisman Mendrofa, hadir langsung dalam kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut. Kehadirannya bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk dukungan nyata TNI terhadap program peningkatan kesehatan masyarakat.
“Rembuk seperti ini penting karena pencegahan stunting membutuhkan kepedulian dan kerja sama semua pihak, bukan hanya pemerintah desa. Kami sebagai Babinsa siap mendukung setiap upaya yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan,” ujar Praka Turisman.
Menurutnya, sinergi antara aparat kewilayahan dan masyarakat menjadi kunci agar persoalan kesehatan anak bisa diselesaikan sejak dini. Forum ini juga diharapkan mempercepat penyebaran informasi dan langkah penanganan di tingkat desa.
Keterlibatan aktif warga, termasuk para orang tua, dalam forum rembuk seperti ini memberikan pesan penting. Orang tua tidak perlu menunggu anak jatuh sakit untuk mulai peduli pada asupan gizi dan kesehatannya. Kader dan perangkat desa yang hadir bisa menjadi pintu pertama untuk konsultasi tumbuh kembang anak.
“Kami akan terus membangun komunikasi dengan pemerintah desa dan masyarakat. Jika ada permasalahan di wilayah, khususnya yang berkaitan dengan generasi penerus, tentu kita harus bersikap bersama dan sedini mungkin,” tegas Praka Turisman.
Rembuk Stunting Desa Lubuk berlangsung dengan aman dan tertib. Kegiatan ini menjadi penegas komitmen seluruh elemen di Kecamatan Kundur untuk bergerak bersama memerangi stunting.
Bagi para ibu muda di Indonesia, kabar baiknya adalah kolaborasi serupa terus didorong hingga tingkat desa. Ini berarti perhatian terhadap kualitas kesehatan anak tidak lagi berhenti di puskesmas, melainkan sudah masuk ke lingkungan tempat tinggal kita sehari-hari.
Dengan adanya rembuk yang melibatkan Babinsa hingga RT/RW, warga punya saluran yang jelas untuk melaporkan atau berkonsultasi soal kondisi anak di lingkungannya. Sebuah langkah konkret yang patut didukung semua pihak demi masa depan generasi penerus yang lebih sehat dan bebas stunting.