Gubernur Kalbar Norsan Pantau Titik Api Lewat Command Center, Minta Satu Komando Cegah Asap Meluas

Penulis: Zainul Arifin  •  Kamis, 03 September 2026 | 12:17:01 WIB
Gubernur Kalbar Ria Norsan memantau sebaran titik panas melalui Command Center Pusdalops BPBD Kalbar, Rabu (2/9/2026).

PONTIANAK — Saat sebagian wilayah Kalimantan Barat dilanda kemarau panjang, Gubernur Ria Norsan memilih memantau langsung sebaran titik panas dari Command Center Pusdalops BPBD Kalbar pada Rabu (2/9/2026). Dari ruang kendali itu, ia membaca data satelit yang memperlihatkan lokasi kebakaran, arah angin, hingga progres pemadaman tim gabungan di lapangan.

Langkah ini ditempuh agar keputusan penanganan berbasis kondisi terkini, bukan asumsi. "Ini langkah cepat kita untuk mengetahui kondisi riil di lapangan," ujarnya.

Kenapa Karhutla Kalbar Butuh Penanganan Kilat?

Kemarau panjang membuat sebagian lahan di Kalbar kering dan mudah terbakar. Jika lambat ditangani, satu titik api bisa meluas dan menghasilkan kabut asap yang langsung mengancam kesehatan warga.

Kondisi itulah yang mendorong Norsan menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor. Menurut dia, pola kerja sendiri-sendiri hanya akan memperlambat respons di saat waktu menjadi penentu.

"Saya minta koordinasi diperkuat. BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, dan pemerintah kabupaten/kota harus satu komando. Target kita padamkan api dan lindungi masyarakat," tegas gubernur.

Instruksi Tegas ke Masyarakat dan Aparat

Di tengah cuaca kering, Norsan kembali mengingatkan warga agar menghentikan kebiasaan membakar lahan. Ia menegaskan api kecil pun berisiko menjadi kebakaran besar bila picu utamanya adalah tanah yang kering dan mudah terbakar.

"Saya imbau kepada seluruh masyarakat Kalbar, jangan ada lagi yang membakar lahan di kondisi cuaca kemarau saat ini. Kondisinya sangat kering dan rawan. Satu titik api kecil bisa jadi besar dan merugikan kita semua," katanya.

Gubernur juga meminta aparat penegak hukum memperketat pengawasan. Setiap pihak yang terbukti membakar lahan diminta diproses sesuai hukum tanpa ragu.

"Kalau ada yang terbukti membakar, proses hukum. Ini bukan soal mencari siapa salah, tapi menyelamatkan masyarakat dari asap dan ISPA," pintanya.

Turun ke Lokasi, Beri Dukungan ke Petugas

Usai memantau data dari command center, Norsan bergerak menuju salah satu titik rawan karhutla. Kunjungan itu bertujuan memastikan proses pemadaman berjalan optimal dan melihat langsung kebutuhan personel yang berada di garis depan.

Di lokasi, gubernur memberikan apresiasi kepada tim gabungan yang terus berjibaku melawan api. Bantuan berupa suplemen, susu, dan makanan diserahkan untuk menjaga stamina petugas yang bekerja di medan sulit serta terpapar panas dan asap.

Pemprov Kalbar bakal terus mendorong sinergi semua pihak—pemerintah daerah, TNI-Polri, petugas pemadam, Manggala Agni, relawan, hingga warga. Dengan pola satu komando, pemerintah menargetkan seluruh titik karhutla dapat dikendalikan cepat dan risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap dapat ditekan. [SK]

Reporter: Zainul Arifin
Sumber: sekadau.suarakalbar.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top