Karhutla di Perbukitan Landak Capai 50 Hektare, Kapolres dan Bupati Terjun Langsung ke Lokasi Dekat Permukiman

Penulis: Wisnu Wardana  •  Rabu, 02 September 2026 | 14:11:31 WIB
Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari bersama Bupati Landak Karolin Margret Natasa meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan di Perbukitan Dusun Pampang, Desa Sidas, Kecamatan Sengah Temila.

LANDK — Kebakaran hutan dan lahan di perbukitan Dusun Pampang, Desa Sidas, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, diperkirakan telah melalap area seluas 50 hektare. Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari menyatakan estimasi tersebut berdasarkan pemantauan sementara di lapangan.

"Sementara diperkirakan 50 hektare. Masyarakat juga turun membantu. Kita banyak dibantu oleh masyarakat sejak tadi malam karena memang lokasi apinya dekat dengan perkampungan," ujar AKBP Devi Ariantari saat meninjau lokasi kejadian.

Mengapa Api Sulit Dipadamkan?

Medan berbukit menjadi kendala utama bagi petugas gabungan dalam upaya pemadaman. Akses menuju titik api cukup sulit dijangkau, sementara ketersediaan sumber air di sekitar lokasi juga terbatas.

Kondisi ini memaksa tim pemadam bekerja secara manual dan mengandalkan peralatan seadanya. Petugas terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik api untuk mengantisipasi munculnya kembali bara maupun penyebaran api akibat kondisi lahan dan angin.

Sinergi TNI-Polri dan Warga Saat Api Mendekati Permukiman

Kapolres Landak bersama Bupati Landak Karolin Margret Natasa memimpin langsung peninjauan lokasi kebakaran. Keduanya didampingi Dandim 1210/Landak, anggota DPRD Landak Ropina Herdianti, Kepala BPBD Landak, Camat Sengah Temila, serta perwakilan UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah Landak dan Manggala Agni.

Warga sekitar turut bahu-membahu memadamkan api sejak malam sebelumnya, karena titik api berada dekat dengan perkampungan. Keterlibatan warga disebut Kapolres menjadi faktor kunci dalam mencegah meluasnya kebakaran.

"Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama mencegah api meluas dan melindungi masyarakat serta lingkungan. Kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api," tegasnya.

Tambahan Personel dan Peralatan Dikerahkan

Pihak kepolisian bersama instansi terkait terus mengerahkan tambahan personel dan peralatan untuk memperkuat upaya pemadaman. Langkah ini diambil agar api dapat segera dikendalikan dan tidak semakin mendekati area permukiman warga.

"Kita berharap dengan dukungan tambahan peralatan dan personel, situasi kebakaran ini dapat lebih cepat terkendali dan tidak sampai meluas ke permukiman masyarakat," ujar Kapolres.

Penanganan karhutla ini menjadi pengingat bahwa koordinasi lintas instansi dan kepedulian masyarakat merupakan kunci utama, khususnya di wilayah dengan medan sulit seperti perbukitan Landak.

Reporter: Wisnu Wardana
Sumber: majalahmataborneonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top