PONTIANAK — Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Sekretaris Daerah (Sekda) dr. H. Harisson yang genap memasuki masa purna tugas per 31 Agustus 2026. Pelepasan resmi digelar di Ruang Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar pada Selasa (1/9/2026), dihadiri Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan, Ketua TP-PKK Erlina Ria Norsan, serta jajaran kepala perangkat daerah.
Acara ini bukan sekadar seremoni berakhirnya masa dinas, melainkan bentuk penghormatan atas dedikasi dan loyalitas Harisson selama mengabdi untuk provinsi di jantung Pulau Kalimantan tersebut. Gubernur menegaskan bahwa hubungan baik dan kontribusi Harisson tidak akan berhenti di sini.
"Pak Harisson, kami lepas Bapak dengan banyak terima kasih atas pengabdian Bapak. Kami tidak bisa membalas pengabdian Bapak yang luar biasa. Mudah-mudahan Allah SWT membalasnya," tutur Ria Norsan di hadapan para undangan.
Gubernur menekankan bahwa berakhirnya masa kedinasan tidak lantas memutus kontribusi terhadap masyarakat. "Walaupun jabatan bisa pensiun, tetapi pengabdian kepada masyarakat dan negara ini tidak harus pensiun," pungkasnya.
Kenangan paling membekas bagi Ria Norsan adalah perjuangan Harisson saat menangani pandemi COVID-19 di Kalbar. Gubernur yang saat itu menjabat Wakil Gubernur mengaku melihat langsung peran besar Sekda dalam mengendalikan situasi di tengah krisis kesehatan itu.
"Dalam hal menangani COVID, beliau benar-benar berjibaku waktu itu. Boleh dikatakan tidur kurang, siang dan malam," ungkapnya mengenang kerja keras Harisson yang tak kenal lelah.
Sosok yang lebih banyak bekerja daripada berbicara itu dinilai memiliki kemampuan luar biasa dalam membangun komunikasi, baik dengan eksekutif maupun legislatif. "Beliau orang yang tidak banyak omong, tapi banyak bekerja," tegas Gubernur soal karakter Harisson yang selama ini dikenal tenang dalam menghadapi berbagai persoalan pemerintahan.
Ria Norsan bahkan secara khusus meminta agar pengalaman panjang Harisson tetap dipakai untuk membangun Kalbar. Ia tidak menutup diri jika nantinya mantan Sekda tersebut memberikan koreksi atas jalannya pemerintahan.
"Pengalaman Bapak luar biasa. Kalau ada kegiatan-kegiatan kita yang mungkin membutuhkan beliau, nanti diundang saja, apakah untuk memberikan edukasi kepada kita dan sebagainya," jelas Ria Norsan.
Sementara itu, Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan menyebut masa purna tugas Harisson bukan akhir dari hubungan maupun pengabdian, melainkan fase baru dalam perjalanan hidup. "Saya terkesan sekali dengan Bapak Harisson. Selama kita bersama tentu memiliki kesan yang sangat mendalam di pribadi saya," ucap Krisan.
Pelepasan ini menandai berakhirnya babak panjang Harisson di birokrasi Kalbar, namun jejak pengabdiannya selama lebih dari tiga dekade diharapkan tetap menjadi fondasi pembangunan daerah ke depan.