Gunung Ibu Halmahera Barat Level II Waspada, Radius Aman 2 Kilometer

Penulis: Zainul Arifin  •  Selasa, 01 September 2026 | 22:08:31 WIB
Petugas memantau aktivitas Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara, yang berada pada Level II atau Waspada.

KALIMANTAN BARAT — Kabupaten Halmahera Barat kembali mencatat aktivitas vulkanik signifikan dari Gunung Ibu. Sepanjang 1 September 2026, PVMBG melalui aplikasi MAGMA Indonesia merekam 106 kali gempa letusan dengan amplitudo 15–28 milimeter dan durasi 33–91 detik. Selain itu, terpantau dua kali gempa guguran dan satu kali gempa hembusan.

Catatan ini menempatkan Gunung Ibu sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia sepanjang 2026. Data MAGMA Indonesia menunjukkan total 4.379 letusan gunung api terjadi di seluruh negeri selama tahun ini, dengan Gunung Ibu menyumbang 1.409 erupsi.

Perbandingan Aktivitas Gunung Berapi di Indonesia 2026

Gunung Semeru di Jawa Timur menjadi yang paling sering erupsi dengan 1.720 letusan. Gunung Ibu menyusul di posisi kedua dengan 1.409 kali, menegaskan statusnya sebagai gunung api dengan aktivitas tinggi di kawasan timur Indonesia.

Zona Aman bagi Wisatawan dan Masyarakat

PVMBG menghimbau pengunjung dan warga sekitar untuk tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif. Perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer juga diberlakukan khusus untuk area bukaan kawah di bagian utara.

Hingga berita ini diturunkan, tingkat aktivitas Gunung Ibu masih berada di Level II atau Waspada. PVMBG terus memantau perkembangan melalui seismograf, meskipun visual letusan tidak teramati karena kondisi malam hari.

Tips Aman Berkunjung ke Kawasan Gunung Berapi

Bagi traveler yang berencana mengunjungi Maluku Utara, selalu pantau informasi resmi dari PVMBG melalui aplikasi MAGNA Indonesia sebelum berangkat. Patuhi radius aman yang ditetapkan dan jangan memaksakan diri mendekati area bukaan kawah utara.

Data kegempaan dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga penting untuk mengonfirmasi status terbaru melalui dinas pariwisata Halmahera Barat atau kantor PVMBG setempat sebelum menyusun rencana perjalanan.

Dengan dua gunung api superaktif, wisatawan di Indonesia Timur diharapkan tetap waspada namun tidak perlu panik berlebihan, selama mengikuti rekomendasi resmi otoritas geologi.

Reporter: Zainul Arifin
Sumber: databoks.katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top