Villa Baru di Perbukitan Karst Gunungkidul Resmi Terbuka untuk Wisatawan

Penulis: Wisnu Wardana  •  Senin, 31 Agustus 2026 | 20:26:31 WIB
Villa Satu Indonesia di perbukitan karst Kenteng, Gunungkidul, resmi dibuka untuk wisatawan.

KALIMANTAN BARAT — Pegunungan karst selatan Yogyakarta selama ini identik dengan pantai-pantai memukau seperti Wediombo dan Indrayanti. Namun di baliknya, tersimpan desa-desa dengan lanskap perbukitan batu yang tak kalah menarik. Salah satunya Kenteng, yang baru saja kedatangan pemain baru di sektor akomodasi. Daya Tarik Utama: Arsitektur Menyatu dengan Bukit Karst

Villa Satu Indonesia tidak dibangun dengan konsep resor modern yang mencolok. Bangunannya justru dirancang mengikuti topografi perbukitan, menyatu dengan batuan karst dan vegetasi kering khas Gunungkidul. Suasana senyap dan udara sejuk pegunungan menjadi daya tarik utama yang ditawarkan pengelola.

Founder Villa Satu Indonesia, Deni Fuadi, memilih lokasi ini bukan tanpa alasan. Ia terkesan dengan karakter alam Kenteng yang menurutnya jarang ditemui di tempat lain.

"Kenteng memiliki karakter alam yang menurut saya sangat menarik. Ada perbukitan batu dan suasana yang tenang," katanya saat peresmian, Minggu malam. Aktivitas yang Bisa Dilakukan

Menginap di sini bukan hanya tentang beristirahat. Ada beberapa aktivitas yang bisa dilakukan wisatawan:

- Menikmati matahari terbenam dari ketinggian bukit batu dengan latar hamparan karst. - Menjelajahi Gua Song Gilap yang berada di sekitar desa, dengan potensi pengamatan burung karena kawasan tersebut menjadi habitat beberapa jenis satwa. - Berjalan kaki menyusuri perkampungan untuk berinteraksi dengan warga lokal dan melihat keseharian masyarakat desa. Eksplorasi Gua Song Gilap dan Rencana Paket Wisata

Pengelola villa saat ini tengah menjajaki kolaborasi untuk mengembangkan Gua Song Gilap sebagai paket wisata berbasis alam. Kawasan ini dinilai memiliki potensi besar, tidak hanya dari sisi keindahan alam, tetapi juga nilai ekologis. Beberapa jenis burung diketahui dapat ditemukan di sekitar area gua, menjadikannya menarik bagi pengamat burung atau wisatawan yang ingin belajar tentang ekosistem karst.

Namun, pengembangan ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Lurah Kenteng, Citra Wijaya, menekankan aspek konservasi agar kelestarian lingkungan tetap terjaga. Keterlibatan Warga dan Masa Depan Desa

Pemerintah Kalurahan Kenteng memberikan syarat penting bagi investasi pariwisata ini: warga lokal harus dilibatkan dalam operasional. Ini bukan sekadar formalitas. Citra menegaskan bahwa kehadiran villa semestinya memberikan efek berganda bagi ekonomi sekitar.

"Jangan sampai hanya villanya yang berkembang. Potensi masyarakat dan lingkungan di sekitarnya juga harus ikut berkembang," ujarnya.

Dengan adanya akomodasi baru dan rencana pengembangan wisata alam, desa ini berharap tidak lagi menjadi tempat singgah sebelum menuju destinasi lain di Gunungkidul. Targetnya sederhana namun ambisius: menjadikan Kenteng tujuan utama, bukan pelengkap perjalanan.

Bagi wisatawan yang mencari alternatif penginapan dengan karakter berbeda di Yogyakarta, berkunjung ke Kenteng bisa menjadi pilihan menarik. Waktu ideal untuk menikmati suasana vila adalah dua hari satu malam, cukup untuk menjelajahi gua, berinteraksi dengan warga, dan menikmati ketenangan bukit karst. Informasi tarif dan reservasi dapat dikonfirmasi melalui platform pemesanan online atau menghubungi pengelola secara langsung.

Reporter: Wisnu Wardana
Sumber: jogjakartanews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top