HAKLI Mempawah Tebar Eco-Enzim di Sungai Desa Pasir, Warga Diajak Olah Limbah Organik Jadi Pembersih Alami

Penulis: Zainul Arifin  •  Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:46:01 WIB
Warga menaburkan cairan eco-enzim ke aliran parit di kawasan permukiman padat penduduk Desa Pasir, Mempawah.

MEMPAWAH — Cairan hasil fermentasi limbah organik itu ditaburkan langsung ke aliran parit yang berada di kawasan permukiman padat penduduk. HAKLI Mempawah memilih lokasi tersebut karena menjadi titik pertemuan berbagai saluran pembuangan warga sebelum bermuara ke sungai besar.

Ketua HAKLI Mempawah, Aula, menjelaskan bahwa Eco-Enzim adalah zat organik kompleks serbaguna yang dibuat dari fermentasi sisa sayuran dan buah-buahan, dicampur gula merah atau molase serta air. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong dari Thailand.

Eco-Enzim Bukan Sekadar Pembersih Lantai

Menurut Aula, cairan ini bisa dimanfaatkan sebagai pengganti karbol, sabun cair, penjernih udara, hingga hand sanitizer. Namun yang lebih penting, Eco-Enzim mampu membantu melawan mikroorganisme tertentu di lingkungan perairan.

"Eco-enzim dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, seperti karbol dan pembersih alami, sabun cair, penjernih udara, pembersih peralatan rumah tangga hingga hand sanitizer," jelas Aula.

Ia menambahkan, meski memiliki banyak manfaat, penggunaan Eco-Enzim untuk tujuan medis tetap harus memperhatikan keamanan dan tidak menggantikan pengobatan medis.

Botol Bekas Jadi Media Fermentasi

Keunggulan utama Eco-Enzim terletak pada proses pembuatannya yang sederhana. Masyarakat tidak memerlukan lahan luas seperti pengomposan konvensional. Botol bekas air mineral atau wadah produk lainnya bisa langsung digunakan sebagai tempat fermentasi.

"Melalui kegiatan ini, HAKLI ingin mengedukasi masyarakat agar limbah organik rumah tangga tidak hanya dipandang sebagai sampah, tetapi dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat," katanya.

Pemanfaatan botol bekas ini sekaligus mendukung konsep reuse dalam upaya mengurangi timbunan sampah plastik di lingkungan.

Mengikat Polutan di Lingkungan Perairan

Ketua HAKLI Provinsi Kalimantan Barat, Hajimi, menyebut manfaat Eco-Enzim sangat banyak, salah satunya membantu menormalisasi kondisi air karena mampu mengikat polutan.

"Manfaat Eco-enzim sangat banyak. Salah satunya dapat membantu menormalisasi kondisi air di lingkungan sekitar karena dapat mengikat polutan," ujar Hajimi.

Hajimi berharap kegiatan serupa tidak berhenti di Desa Pasir. Ia mendorong agar jangkauannya diperluas sehingga semakin banyak warga yang bisa memproduksi Eco-Enzim secara mandiri untuk kebutuhan rumah tangga.

"Ke depan kegiatan ini harus terus dikembangkan dengan jangkauan yang lebih besar agar semakin banyak masyarakat yang dapat memproduksi sendiri Eco-enzim untuk keperluan rumah tangga," katanya.

Simbol Kepedulian Warga terhadap Sanitasi

Usai penyuluhan, peserta bergerak ke tepi parit di depan Masjid Al-Amin untuk melakukan aksi penaburan Eco-Enzim secara simbolis. Kegiatan ini dihadiri Pemerintah Desa Pasir, tokoh masyarakat, serta jajaran pengurus HAKLI dari empat kabupaten/kota di Kalimantan Barat.

"Bersama HAKLI kita sehatkan lingkungan dengan Eco-Enzim," tegasnya.

Bakti sosial ini menjadi bagian dari gerakan pengabdian masyarakat HAKLI dalam mendorong peningkatan sanitasi dan kesehatan lingkungan. Edukasi pengolahan limbah organik diharapkan dapat diterapkan warga mulai dari lingkungan rumah tangga masing-masing.

Reporter: Zainul Arifin
Sumber: suarakalbar.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top