Polsek Sungai Raya Bagikan Masker dan Imbau Warga Bengkayang Tak Bakar Lahan Saat Kemarau

Penulis: Alfin Murtado  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 15:01:32 WIB
Kapolsek Sungai Raya AKP Imam Widhiatmoko membagikan masker kepada warga saat sosialisasi pencegahan karhutla di Bengkayang, Jumat (28/8/2026).

BENGKAYANG — Polsek Sungai Raya, Polres Bengkayang, menggencarkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menyambangi warga secara langsung. Kegiatan yang dipimpin Kapolsek Sungai Raya AKP Imam Widhiatmoko bersama Kanit Reskrim IPDA Ignasius ini digelar Jumat (28/8/2026), menyusul tingginya potensi kebakaran akibat kondisi lahan dan vegetasi yang kering.

Dalam kesempatan itu, polisi tidak hanya menyampaikan larangan membakar lahan, tetapi juga mengajak warga mencari alternatif pembersihan lahan yang lebih aman tanpa api. Pendekatan persuasif dan humanis diutamakan agar kesadaran masyarakat tumbuh dari dalam diri, bukan sekadar karena takut sanksi.

Mengapa Warga Diminta Hentikan Kebiasaan Membakar Lahan?

AKP Imam Widhiatmoko menyebut bahwa persoalan karhutla tidak bisa dituntaskan hanya dengan mengandalkan aparat. Kesadaran dan kepedulian masyarakat diperlukan untuk mencegah munculnya titik api, khususnya saat musim kemarau seperti sekarang.

“Upaya pencegahan harus terus kita lakukan melalui sosialisasi dan edukasi secara langsung kepada masyarakat. Kami mengajak masyarakat untuk tidak membersihkan lahan dengan cara dibakar karena tindakan tersebut dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas,” ujarnya.

IPDA Ignasius menambahkan, api yang semula kecil bisa dengan cepat merambat dan sulit dikendalikan. Ia meminta warga tidak memilih cara instan yang justru berisiko menimbulkan bencana besar.

“Kami mengimbau masyarakat agar mencari dan menerapkan cara-cara pembersihan lahan yang aman tanpa pembakaran. Jangan sampai karena ingin membersihkan lahan dengan cara cepat, justru menimbulkan kebakaran yang sulit dikendalikan dan berdampak luas,” tuturnya.

Masker Dibagikan Antisipasi Kabut Asap

Selain sosialisasi, personel Polsek Sungai Raya membagikan masker kepada warga. Langkah ini menjadi bentuk kepedulian kepolisian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya jika kualitas udara memburuk akibat kabut asap.

“Kami juga membagikan masker kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan upaya melindungi kesehatan masyarakat dari paparan asap. Harapannya, masyarakat dapat menggunakan masker apabila kualitas udara memburuk,” tambah AKP Imam.

Warga yang beraktivitas di luar ruangan diminta mengurangi kegiatannya apabila kondisi asap semakin pekat. Polisi juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Pencegahan Dini Jadi Kunci Tekan Titik Api

Polsek Sungai Raya berharap kegiatan ini tidak berhenti sebatas sosialisasi, tetapi mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola lahan. Kolaborasi antara kepolisian dan warga dinilai efektif menekan potensi munculnya titik api di wilayah hukum Polsek Sungai Raya.

“Kami tidak hanya menyampaikan larangan, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai bahaya dan dampak karhutla terhadap kesehatan, lingkungan, serta kehidupan masyarakat. Pencegahan akan lebih efektif apabila tumbuh kesadaran bersama,” kata Kapolsek.

Dengan pendekatan yang menyentuh langsung warga, ancaman karhutla dan kabut asap yang berdampak pada kesehatan serta lingkungan diharapkan bisa diminimalkan sejak dini.

Reporter: Alfin Murtado
Sumber: suarakalbar.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top