Krisis RAM Hantam Pasar HP 2026, IDC Ramal Pengiriman Anjlok 16,7 Persen

Penulis: Wisnu Wardana  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 13:05:32 WIB
Pengunjung mengamati ponsel yang dipajang di sebuah gerai, di tengah kenaikan harga jual rata-rata ponsel akibat melonjaknya biaya produksi komponen memori.

KALIMANTAN BARAT — Kenaikan biaya produksi ini memaksa vendor menaikkan harga jual rata-rata ponsel hingga 27,61% menjadi USD 581 (sekitar Rp 9,3 juta). IDC menyebut era ponsel murah telah berakhir, dan konsumen kelas bawah akan merasakan dampaknya paling besar.

Segmen Entry-Level Ambruk, Vendor Android Paling Terpukul

Pengiriman ponsel Android secara total diperkirakan turun 24,3% tahun ini. Segmen paling menderita adalah ponsel di bawah USD 100 (sekitar Rp 1,6 juta), yang pengirimannya anjlok hampir 60% pada kuartal kedua 2026.

Vendor yang selama ini fokus di kelas low-end disebut memangkas model murah dan menggeser portofolio ke produk yang lebih mahal. Margin tipis di kelas entry-level membuat mereka tak punya ruang untuk menyerap kenaikan biaya komponen.

Mengapa Harga RAM dan NAND Melonjak Drastis?

Akar masalahnya bukan sekadar kelangkaan, melainkan pergeseran prioritas produsen chip. Kapasitas produksi memori kini banyak dialihkan untuk memenuhi permintaan pusat data AI yang menawarkan margin lebih tinggi dibandingkan komponen untuk ponsel.

Akibatnya, pasokan untuk perangkat konsumen menyusut drastis. IDC bahkan memperingatkan harga ponsel akan terus naik hingga 2027, jadi situasi ini bukan sekadar gejolak pasar sementara.

Ponsel Flagship Justru Tampak Lebih Masuk Akal

Menariknya, lonjakan harga di segmen menengah mengubah cara pandang konsumen. Ketika harga HP kelas menengah terus mendekati kelas atas, banyak yang mulai melirik flagship sebagai pilihan lebih rasional dengan spesifikasi yang jauh lebih lengkap.

Hampir semua segmen diprediksi turun tahun ini, kecuali ponsel lipat. Kategori foldable justru diperkirakan tumbuh 12,6%, didorong penjualan Galaxy Z Fold 8 dan potensi kehadiran iPhone layar lipat.

Kutipan Resmi IDC: Konsumen Membayar Tagihan AI

"Tsunami memori yang telah kami peringatkan kini menghantam pasar sepenuhnya, dan konsumen mulai membayar tagihan AI," ujar Francisco Jeronimo, Vice President for Worldwide Client Devices IDC.

"Era smartphone murah telah berakhir. Mulai sekarang, pemenangnya adalah vendor dengan skala dan posisi tawar untuk mempertahankan permintaan pada harga yang belum pernah harus dibayar oleh konsumen sebelumnya," sambungnya.

Bagi gamer mobile Indonesia yang terbiasa mencari perangkat mid-range untuk kebutuhan harian, tren ini berarti opsi upgrade perangkat ke depannya bakal semakin berat di kantong. Menabung lebih awal atau mempertimbangkan flagship tahun lalu bisa jadi strategi yang lebih masuk akal.

Reporter: Wisnu Wardana
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top