Satgas Karhutla Kodim 1210/Landak Cek Langsung Lokasi Kebakaran di Keranji Mancal, Warga Diminta Jadi Mata dan Telinga di Lapangan

Penulis: Wisnu Wardana  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:27:31 WIB
Tim Satgas Karhutla Kodim 1210/Landak memeriksa langsung lokasi kebakaran di Dusun Lintah, Desa Keranji Mancal, untuk memastikan penanganan berjalan tepat sasaran.

LANDAK — Tim Satgas Karhutla menekankan bahwa pencegahan kebakaran hutan dan lahan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Butuh sinergi semua pihak, mulai dari TNI-Polri, pemerintah daerah, perusahaan, hingga masyarakat di tingkat desa.

Brigjen TNI Ahmad Fauzi menegaskan, langkah pencegahan harus lebih diutamakan daripada pemadaman. Ia meminta seluruh elemen bergerak cepat begitu titik api muncul.

"Karhutla adalah tanggung jawab kita bersama. Yang paling utama adalah mencegah agar kebakaran tidak terjadi dan apabila ditemukan titik api, harus segera dilaporkan serta ditangani dengan cepat agar tidak meluas," tegasnya dalam sosialisasi di Kantor Desa Keranji Mancal.

Peran Warga Kunci Cegah Api Meluas

Fauzi mengingatkan, petugas tidak bisa memantau seluruh wilayah setiap saat. Karena itu, warga diminta aktif melaporkan potensi kebakaran di sekitar tempat tinggalnya.

"Kita jangan hanya bergerak setelah terjadi kebakaran. Langkah pencegahan, deteksi dini dan respons cepat harus terus dilakukan. Peran masyarakat sangat penting sebagai mata dan telinga di lapangan," tambahnya.

Pengecekan Langsung di Dusun Lintah

Usai sosialisasi, rombongan tim satgas langsung menuju Dusun Lintah untuk memeriksa kondisi lapangan. Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan langkah penanganan berjalan tepat sasaran dan api tidak kembali menyala.

Kegiatan ini turut dihadiri Pj. Danramil 1210-04/Sengah Temila Peltu M. Saiful Anam, Kapolsek Sengah Temila AKP Triono, perwakilan kecamatan, Kepala Desa Keranji Mancal Ramona, serta perangkat desa dan tokoh masyarakat.

Patroli dan Kesiapsiagaan Jadi Prioritas

Dalam kesempatan itu, Fauzi meminta jajarannya meningkatkan frekuensi patroli di wilayah rawan karhutla. Kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana juga harus dipastikan selalu siap setiap saat.

Koordinasi antarunsur terkait disebut menjadi kunci utama agar penanganan karhutla tidak tumpang tindih di lapangan. Dengan sinergi yang kuat, potensi kebakaran diharapkan bisa ditekan seminimal mungkin.

Dampak karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu kesehatan masyarakat dan aktivitas ekonomi. Karena itu, upaya pencegahan yang melibatkan seluruh elemen dinilai jauh lebih efektif daripada sekadar pemadaman.

Reporter: Wisnu Wardana
Sumber: majalahmataborneonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top