Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan membuka UMKM Expo dan Festival Bubur Paddas di Temajuk, Kabupaten Sambas. Kawasan yang berbatasan langsung dengan Teluk Melano, Sarawak, dinilai sebagai gerbang strategis bagi produk lokal untuk memperluas pasar ke Malaysia.
SAMBAS — Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan resmi membuka UMKM Expo dan Festival Bubur Paddas di Temajuk, Kabupaten Sambas, Sabtu. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa produk unggulan daerah harus bertemu dengan pasar yang tepat. Terlebih, kawasan perbatasan ini memiliki akses langsung ke Malaysia.
"Produk yang baik harus bertemu dengan pasar yang baik. Karena itu, tantangan UMKM kita ke depan bukan hanya bagaimana menghasilkan produk, tetapi juga meningkatkan kualitas, kemasan, branding, legalitas, sertifikasi, pemasaran, dan akses pasar," kata Krisantus di Sambas, Sabtu.
Krisantus menjelaskan, letak geografis Temajuk yang berdampingan dengan Teluk Melano, Sarawak, memberikan keuntungan kompetitif yang tidak dimiliki daerah lain. Pelaku usaha diimbau aktif membangun jejaring dengan pengusaha Malaysia. Mereka juga perlu memahami kebutuhan pasar setempat serta memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pemasaran.
Ia mencontohkan, kolaborasi lintas negara ini tidak berhenti pada transaksi jual-beli saat expo berlangsung. Diharapkan, kerja sama berlanjut ke tahap kemitraan yang lebih dalam. Mulai dari distribusi, business matching, hingga investasi dan pengembangan produk bersama.
"Dengan demikian, Expo ini dapat menjadi bagian dari upaya kita membangun ekosistem ekonomi perbatasan yang saling menguntungkan antara Kalbar dan Sarawak," tuturnya.
Menurutnya, penguatan ekonomi di wilayah perbatasan membutuhkan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, perbankan, BUMN dan BUMD, perguruan tinggi, hingga komunitas masyarakat harus bergerak bersama. Tujuannya agar dampaknya terasa langsung bagi warga.
Ketika UMKM tumbuh, peningkatan produksi dan perdagangan akan membuka lapangan kerja baru. Pada akhirnya, hal ini mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan Kalimantan Barat.
Rangkaian acara tidak hanya diisi pameran produk UMKM, tetapi juga Festival Bubur Paddas yang diikuti Tim Penggerak PKK dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Sambas. Bubur paddas merupakan kuliner khas Sambas yang telah memperoleh perlindungan kekayaan intelektual. Hidangan ini menjadi identitas budaya masyarakat setempat.
Krisantus mengapresiasi kekompakan TP PKK Kabupaten Sambas dan seluruh kecamatan dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap momentum ini mampu memperkuat pemberdayaan masyarakat serta pengembangan ekonomi lokal di Temajuk.
"Tentu ini membuka babak baru bagi seluruh masyarakat di Temajuk secara khusus dan Kabupaten Sambas secara umum," pungkasnya.