STIN - Sekolah Tinggi Intelijen Negara membuka jalur masuk taruna dan taruni baru untuk tahun akademik 2026/2027 di bawah naungan Badan Intelijen Negara. Proses pendaftarannya mengikuti jadwal seleksi sekolah kedinasan nasional lewat SSCASN BKN.
Calon taruna laki-laki diutamakan memiliki tinggi badan minimal 165 cm, sedangkan taruni perempuan minimal 160 cm, dengan berat badan seimbang sesuai ketentuan. Sifat "diutamakan" ini membuka peluang bagi peserta yang sedikit di bawah standar, asalkan mampu membuktikan prestasi atau kemampuan tertentu saat seleksi. Pemeriksaan kesehatan lain tetap wajib diikuti sesuai ketentuan panitia.
Calon peserta STIN 2026 harus memenuhi sejumlah syarat dasar berikut:
Peserta lulusan 2024 hingga 2026 perlu memastikan nilai rata-rata ijazah mencapai minimal 85, ditambah nilai mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya juga minimal 85.
Total keseluruhan 100 kursi, dengan komposisi 85 persen laki-laki dan 15 persen perempuan. Dengan jumlah terbatas ini, persaingan diperkirakan cukup ketat.
Terbuka bagi lulusan SMA/sederajat. Program ini berkaitan dengan kemampuan operasional intelijen, dengan profil lulusan diarahkan menjadi perwira intelijen spesialisasi Human Intelligence (HUMINT).
Juga terbuka bagi lulusan SMA/sederajat. Fokusnya pada kemampuan menganalisis informasi dan peristiwa untuk mendukung pengambilan keputusan strategis, dengan spesialisasi Intelligence Analysis Management.
Punya syarat jurusan lebih spesifik: lulusan SMK/MAK bidang teknologi, komputer, jaringan, dan multimedia, meliputi Desain Grafis, Komputer, Multimedia, Pengembangan Gim, Rekayasa Perangkat Lunak, Teknik Jaringan Akses, serta Teknik Komputer dan Informatika.
Peserta yang lolos seleksi administrasi selanjutnya menghadapi Seleksi Kompetensi Dasar, dilanjutkan tes kesehatan, kebugaran fisik, dan psikologi, serta tahapan lain sesuai ketentuan STIN.
Pendaftaran sekolah kedinasan 2026, termasuk STIN, dibuka 18 Agustus 2026 dan berlangsung hingga 30 Agustus 2026, sebagai bagian dari rangkaian penerimaan sekolah kedinasan nasional yang ditetapkan BKN. Calon peserta sebaiknya tidak menunggu hari terakhir untuk mendaftar.
Proses pendaftaran STIN 2026 dilakukan online lewat SSCASN BKN, dimulai dengan pembuatan akun berbasis data kependudukan, login, lalu memilih menu Sekolah Kedinasan dan instansi STIN. Setelah menentukan program studi, peserta perlu mengisi biodata, mengunggah dokumen, memeriksa ulang data, mengirim pendaftaran, dan menyimpan buktinya untuk keperluan tahapan berikutnya.
Apakah pendaftaran STIN 2026 dikenakan biaya?
Informasi biaya pendaftaran tidak dirinci dalam sumber ini — calon peserta sebaiknya memeriksa pengumuman resmi di portal SSCASN BKN untuk detail lengkapnya.
Apakah lulusan Paket C bisa mendaftar STIN 2026?
Tidak, salah satu syarat STIN 2026 secara tegas menyebut peserta bukan lulusan Paket C, sehingga hanya lulusan SMA/SMK/sederajat reguler yang dapat mendaftar.
Dengan kuota 100 taruna, tiga pilihan program studi, dan jendela pendaftaran yang berlangsung sampai 30 Agustus 2026, calon peserta STIN 2026 perlu segera menyiapkan dokumen dan memastikan seluruh syarat akademik maupun fisik terpenuhi sebelum mendaftar lewat SSCASN BKN.