PONTIANAK — Insiden berdesakan di area bandara yang melibatkan personel grup K-Pop Cortis menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial. Video yang memperlihatkan para idol berjalan diapit kerumunan besar beredar luas, memicu kekhawatiran publik akan keselamatan mereka di tengah padatnya pengunjung bandara.
Peristiwa ini terjadi setelah Cortis menyelesaikan rangkaian agenda di luar negeri dan kembali ke Korea Selatan. Kedatangan mereka disambut antusiasme tinggi, namun situasi berubah riuh ketika sejumlah orang terlihat berlari dan berusaha mendekati para anggota saat melintas di terminal.
Dalam video yang tersebar, petugas keamanan bandara tampak berjibaku membentuk pagar betis untuk menjaga jarak antara Cortis dan penggemar. Namun, upaya tersebut kewalahan seiring bertambahnya orang yang mencoba menerobos barisan untuk mengambil foto atau sekadar melihat dari dekat.
Kondisi ini dinilai membahayakan, bukan hanya bagi para artis, tetapi juga bagi masyarakat lain yang berada di lokasi. Risiko terinjak atau terdorong menjadi kekhawatiran utama di tengah situasi yang tidak terkendali.
Di tengah hiruk-pikuk tersebut, perhatian warganet tertuju pada dua anggota, James dan Keonho. Ekspresi serta respons keduanya saat dikelilingi massa menjadi topik yang ramai dibahas di berbagai platform media sosial.
Banyak yang menilai situasi yang dialami keduanya telah melampaui batas ruang pribadi seorang publik figur. Komentar-komentar yang beredar mayoritas menyuarakan kekhawatiran dan mengecam tindakan sejumlah oknum yang terlalu memaksakan diri mendekat.
Insiden ini kembali membuka diskusi yang lebih luas mengenai keamanan artis K-Pop di area publik, terutama bandara yang kerap menjadi titik kumpul penggemar dan pemburu foto. Peristiwa serupa sebenarnya sudah beberapa kali terjadi, namun evaluasi menyeluruh dinilai belum berjalan maksimal.
Sejumlah warganet menilai perlu ada protokol yang lebih ketat untuk mengatur antusiasme penggemar di lokasi seperti bandara. Kerumunan yang terlalu dekat tidak hanya menyulitkan petugas keamanan, tetapi juga meningkatkan potensi insiden yang tidak diinginkan bagi semua pihak.