KUBU RAYA — Deru debu bekas lahan terbakar menggantikan hamparan rumput hijau saat puluhan pemuda mengikuti jalannya upacara bendera. Abu sisa karhutla masih menempel di sebagian titik, sementara dahan pohon yang hangus menjadi arang hitam berdiri di sekeliling lokasi.
Momen ini menjadi pemandangan berbeda dari biasanya. Alih-alih berbaris rapi di lapangan desa atau halaman kantor kecamatan, para peserta justru berdiri tegak di lahan yang menyimpan cerita panjang soal kebakaran hutan dan lahan di Kubu Raya.
Ketua Karang Taruna Sungai Raya, Juliansyah, menyebut kegiatan ini sengaja dirancang berbeda dari upacara kemerdekaan pada umumnya. Baginya, lokasi eks karhutla adalah media paling tepat untuk menyampaikan pesan kepada anak muda.
"Kita membawa pesan kepada generasi muda untuk bisa mempertahankan serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar," tuturnya.
Menurut Juliansyah, semangat kemerdekaan yang sedang digaungkan seharusnya diisi dengan energi positif dari generasi muda. Ia ingin momen 17 Agustus tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi juga menjadi pengingat akan tanggung jawab menjaga alam.
Upacara ini berlangsung di tengah kondisi kabut asap yang masih melanda sebagian wilayah Kubu Raya. Sisa-sisa pembakaran lahan yang tampak jelas di lokasi menjadi penguat pesan bahwa persoalan karhutla belum selesai.
"Untuk menjaga lingkungan, memberikan edukasi terhadap dampak karhutla, maupun tindakan-tindakan pencegahan terhadap potensi karhutla, ayo kaum muda kita terus bersemangat mencegah kebakaran hutan dan lahan," ajaknya.
Juliansyah berharap kegiatan ini tidak berhenti pada satu kali upacara. Ia mendorong para pemuda di Kubu Raya untuk terus terlibat dalam upaya pencegahan karhutla di lingkungan masing-masing.
Para peserta upacara yang terdiri dari anggota Karang Taruna, BPBD, serta relawan Damkar Kubu Raya terlihat mengikuti rangkaian kegiatan dengan khidmat. Kehadiran petugas pemadam kebakaran dan relawan penanggulangan bencana dalam barisan upacara turut mempertegas keterlibatan lintas elemen dalam persoalan lingkungan.
Lokasi eks karhutla di Desa Arang Limbung sendiri merupakan salah satu titik yang sempat menjadi perhatian dalam penanganan kebakaran lahan di Kecamatan Sungai Raya. Dengan menggelar upacara di tempat ini, para pemuda ingin menunjukkan bahwa bekas lahan terbakar bisa menjadi ruang refleksi, bukan sekadar lahan yang ditinggalkan.