SINGKAWANG — PT PLN (Persero) bergerak cepat menangani pemadaman listrik yang melanda Kota Singkawang dan beberapa wilayah lain di Kalimantan Barat. Pihak perusahaan memastikan insiden ini murni akibat gangguan teknis pada sistem transmisi tenaga listrik, bukan karena kelangkaan pasokan batu bara seperti yang dikhawatirkan sebagian warga.
Pemadaman yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini memicu spekulasi di tengah masyarakat. Banyak yang mengaitkannya dengan isu krisis batu bara yang sempat melanda sektor kelistrikan nasional beberapa waktu lalu. Namun, pihak PLN langsung mengklarifikasi kekhawatiran tersebut.
"Kami tegaskan bahwa pemadaman ini murni karena adanya gangguan pada jaringan transmisi. Bukan karena kekurangan pasokan batu bara untuk pembangkit," ujar Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Singkawang dalam keterangan resminya.
Begitu laporan gangguan diterima, tim teknis langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan identifikasi dan perbaikan. Proses investigasi difokuskan pada titik-titik rawan di sepanjang jalur transmisi yang menghubungkan pembangkit utama dengan kota Singkawang dan daerah penyangga.
Petugas di lapangan bekerja untuk memulihkan sistem secara bertahap. Prioritas utama adalah menormalkan kembali pasokan listrik ke fasilitas publik seperti rumah sakit, puskesmas, dan stasiun pengisian air bersih.
PLN belum menyebutkan secara rinci estimasi waktu pemulihan penuh untuk seluruh daerah terdampak. Namun, mereka berjanji akan terus memperbarui informasi perkembangan perbaikan secara berkala kepada publik.
Warga yang mengalami kendala atau membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi PLN melalui aplikasi PLN Mobile atau kantor pelayanan terdekat. Pihak perusahaan juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada isu yang belum terverifikasi kebenarannya terkait penyebab pemadaman ini.