KALIMANTAN BARAT — Selama empat hari, para peserta mengikuti diklat dan uji kompetensi untuk tiga jenjang pengawasan: Pengawas Operasional Pertama (POP), Pengawas Operasional Madya (POM), dan Pengawas Operasional Utama (POU). Pelatihan digelar di ruang Meeting Trambesi, lantai 6 Jhonlin Office Building, dengan materi yang dirancang sistematis.
Dua hari pertama diisi dengan pembekalan portofolio. Dua hari berikutnya fokus pada uji kompetensi. Seluruh proses pelatihan digarap oleh PT Sampurna Maju Bersama sebagai penyedia trainer profesional.
"Pada jenjang POP, peserta dibekali delapan unit kompetensi utama. Sementara untuk POM dan POU, materi disesuaikan dengan tingkat tanggung jawab yang lebih tinggi," jelas Direktur PT Sampurna Maju Bersama, Maman Suparman.
Proses sertifikasi tidak dilakukan sembarangan. Jhonlin Group memastikan uji kompetensi berjalan melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang telah terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Standar ini menjamin bahwa setiap pengawas yang lulus memiliki kompetensi yang diakui secara nasional.
VP of Corporate HC Jhonlin Group, Tri Oktaria Wulandari, menegaskan bahwa program ini menjadi bagian dari pengembangan karier internal perusahaan.
"Melalui diklat dan uji kompetensi ini, kami memastikan setiap pengawas memiliki standar kemampuan yang terukur dan tersertifikasi untuk mendukung operasional yang aman dan efektif," ujarnya.
Tri Oktaria menambahkan, program sertifikasi ini tidak hanya berhenti pada peningkatan kompetensi teknis. Perusahaan menargetkan peserta didik ini bisa menjadi calon pemimpin masa depan, termasuk untuk posisi Kepala Teknik Tambang (KTT).
"Kesempatan mengikuti diklat ini merupakan bentuk kepercayaan perusahaan yang harus dimanfaatkan secara optimal," tegasnya.
Dukungan dari mitra pelatihan yang berpengalaman menjadi faktor kunci dalam memastikan peningkatan kapasitas SDM yang berkelanjutan. Dengan program ini, Jhonlin Group berharap terus mencetak pengawas operasional yang kompeten, profesional, dan siap menghadapi tantangan industri pertambangan ke depan.