Program MBG Kalimantan Barat Tembus 1 Juta Penerima Manfaat, Pemprov Optimistis Capai Target Nasional

Penulis: Zainul Arifin  •  Kamis, 25 Juni 2026 | 22:22:31 WIB
Program MBG Kalimantan Barat telah menjangkau lebih dari satu juta penerima manfaat di 14 kabupaten dan kota.

PONTIANAK — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Barat mencatatkan angka signifikan. Lebih dari satu juta warga di 14 kabupaten dan kota kini telah menerima manfaat dari program perbaikan gizi yang digagas pemerintah pusat tersebut.

Mendekati Target Nasional yang Ambisius

Capaian ini menempatkan Kalbar sebagai salah satu provinsi dengan tingkat partisipasi tertinggi di Pulau Kalimantan. Angka satu juta penerima tersebut mendekati target yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat untuk program serupa di seluruh Indonesia.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat optimistis target tersebut dapat segera tercapai dalam beberapa bulan ke depan. Program MBG dinilai efektif dalam menekan angka stunting dan malnutrisi, terutama di daerah pedalaman yang selama ini sulit dijangkau.

Siapa Saja Penerima Manfaat Program MBG?

Penerima manfaat program ini terdiri dari ibu hamil, balita, anak usia sekolah, dan lansia dari keluarga kurang mampu. Mereka tersebar di wilayah perkotaan seperti Pontianak dan Singkawang, hingga daerah perbatasan seperti Bengkayang dan Kapuas Hulu.

Setiap penerima mendapatkan paket makanan bergizi yang disesuaikan dengan kebutuhan kalori harian. Menu yang disediakan bervariasi dan memanfaatkan bahan pangan lokal seperti ikan air tawar, sayur-mayur, dan buah-buahan khas Kalbar.

Bagaimana Program Ini Berjalan di Lapangan?

Pelaksanaan MBG melibatkan dinas kesehatan, puskesmas, dan kader posyandu di setiap desa dan kelurahan. Pendataan penerima dilakukan secara bertahap melalui sistem informasi terpadu agar tepat sasaran.

Proses distribusi makanan dilakukan setiap hari oleh tim dapur umum yang telah mendapat pelatihan higiene dan sanitasi. Pemerintah daerah juga menggandeng UMKM lokal sebagai pemasok bahan baku, sehingga program ini turut menggerakkan ekonomi warga.

Dampak Langsung ke Warga: Gizi Anak Sekolah Membaik

Di Kabupaten Landak, Kepala Dinas Kesehatan setempat menyebutkan bahwa angka berat badan kurang pada anak sekolah turun signifikan sejak program MBG berjalan. "Kami melihat perubahan nyata pada berat badan dan tinggi badan anak-anak di tiga kecamatan yang menjadi pilot project," ujarnya.

Hal serupa dilaporkan dari Kota Singkawang. Para guru mengaku anak didik mereka lebih aktif dan jarang mengeluh sakit perut saat jam pelajaran berlangsung. Menu MBG yang kaya protein hewani disebut menjadi faktor utama perbaikan kondisi fisik siswa.

Tantangan Distribusi di Wilayah Perbatasan

Meski capaiannya positif, pelaksanaan program MBG di Kalbar masih menghadapi kendala geografis. Beberapa kecamatan di Kapuas Hulu dan Sintang hanya bisa diakses melalui transportasi sungai dengan waktu tempuh hingga setengah hari.

Pemprov Kalbar telah menyiapkan skema distribusi khusus untuk daerah terpencil, termasuk penggunaan perahu motor dan drop point di puskesmas kecamatan. Stok bahan pangan juga dijaga agar tidak kedaluwarsa selama perjalanan.

Apa Langkah Selanjutnya?

Pemerintah provinsi akan memperluas jangkauan program ke desa-desa yang belum tersentuh sepanjang tahun 2026. Target berikutnya adalah menjangkau 1,5 juta penerima manfaat hingga akhir tahun fiskal.

Selain itu, Pemprov Kalbar berencana mengintegrasikan data penerima MBG dengan program bantuan sosial lainnya seperti PKH dan bantuan pangan non-tunai. Langkah ini diambil agar tidak ada tumpang tindih penerima dan anggaran dapat digunakan lebih efisien.

Reporter: Zainul Arifin
Sumber: pontianakpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top