PONTIANAK — Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, resmi memegang kendali sebagai Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Kalimantan Barat. Jabatan strategis ini diembannya dengan satu misi utama: mencetak generasi muda yang tidak hanya terampil, tetapi juga berkarakter kuat dan berintegritas.
Pelantikan yang berlangsung di Aula Kantor Gubernur Kalbar itu dihadiri oleh sejumlah pengurus dan pembina pramuka dari berbagai daerah. Dalam sambutan perdananya, Ria Norsan menegaskan bahwa pramuka bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, melainkan wadah pembentukan mental dan kepemimpinan.
"Pramuka adalah laboratorium kepemimpinan bagi anak-anak muda kita. Di sinilah mereka belajar tentang kedisiplinan, gotong royong, dan cinta tanah air," ujar Ria Norsan di hadapan para peserta. Ia meminta seluruh jajaran Mabida untuk serius mengawal program kerja yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kalbar.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Kalbar itu mengingatkan bahwa tantangan era digital saat ini sangat besar. Menurutnya, pramuka harus menjadi benteng bagi generasi muda dari pengaruh negatif, seperti narkoba dan pergaulan bebas, melalui kegiatan-kegiatan positif dan produktif.
Ria Norsan juga mendorong agar Gerakan Pramuka Kalbar tidak berjalan di tempat. Ia meminta para pembina untuk menciptakan program-program inovatif yang relevan dengan kebutuhan zaman, seperti pramuka berbasis teknologi dan kewirausahaan. "Jangan hanya baris-berbaris. Anak muda harus dibekali skill yang bisa mereka pakai untuk masa depan," tegasnya.
Pelantikan ini menandai babak baru bagi kepramukaan di Kalimantan Barat. Dengan kepemimpinan baru di Mabida, publik berharap lahir generasi muda yang tangguh, berakhlak mulia, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global. Langkah selanjutnya, Ria Norsan dijadwalkan akan merancang program kerja prioritas bersama jajaran pengurus dalam waktu dekat.