PONTIANAK — Sosok ayah bukan sekadar pencari nafkah, melainkan fondasi utama keharmonisan rumah tangga. Pesan itulah yang coba ditekankan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat dalam peringatan Harganas 2026. Mengusung tema "Ayah Wajib Hadir", momen ini menjadi pengingat bagi para pria untuk lebih aktif dalam pengasuhan anak dan pendampingan istri.
Tema ini dipilih bukan tanpa alasan. Di tengah kesibukan ekonomi dan budaya patriarki yang masih kental, peran ayah seringkali tereduksi hanya pada aspek material. Padahal, kehadiran secara emosional dan psikologis sama pentingnya. Sekda Kalbar menekankan bahwa keluarga yang harmonis lahir dari keterlibatan aktif seluruh anggota, termasuk ayah.
Keluarga sehat tidak hanya diukur dari kondisi fisik bebas penyakit. Lebih dari itu, kesehatan mental dan relasi antaranggota keluarga menjadi pilar utama. Harmonis berarti terciptanya komunikasi dua arah, saling menghargai, dan pembagian peran yang setara. Kampanye ini menyasar perubahan pola pikir bahwa mengurus anak dan rumah tangga adalah tanggung jawab bersama, bukan beban istri semata.
"Kehadiran ayah dalam setiap momen tumbuh kembang anak akan membentuk karakter yang kuat dan percaya diri," ujar Sekda Kalbar dalam sambutannya. Ia menambahkan, keluarga yang harmonis adalah investasi jangka panjang bagi masa depan daerah.
Peringatan Harganas 2026 di Kalbar tidak berhenti pada seremonial belaka. Pemerintah provinsi berencana mengintegrasikan pesan "Ayah Wajib Hadir" ke dalam program-program Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di tingkat desa dan kelurahan. Sosialisasi akan diperkuat melalui posyandu dan kegiatan keagamaan agar pesan ini menjangkau hingga ke akar rumput.
Dengan kampanye ini, Pemprov Kalbar berharap tercipta kesadaran kolektif bahwa ayah yang hadir adalah kunci mencetak generasi penerus yang tangguh. Bukan hanya secara akademis, tetapi juga secara sosial dan emosional.