PONTIANAK — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) menggelar pelatihan bagi pemuda Karang Taruna di Pontianak. Fokus pelatihan ini adalah mengolah jagung menjadi mie sehat sebagai alternatif pangan lokal yang bernilai ekonomis.
Jagung merupakan komoditas pertanian yang melimpah di Kalimantan Barat. Selama ini, pemanfaatannya masih terbatas pada pakan ternak atau dikonsumsi langsung dalam bentuk rebus dan bakar. Padahal, potensi olahannya bisa jauh lebih luas dan menguntungkan.
Lewat kegiatan PKM ini, Polnep ingin membuka wawasan baru bagi pemuda. Bahwa bahan pangan lokal yang sederhana bisa diubah menjadi produk bernilai jual tinggi, seperti mie jagung yang sehat dan diminati pasar.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta tidak hanya diajarkan cara membuat mie. Mereka juga mendapatkan materi tentang pengolahan jagung menjadi tepung, teknik pencampuran bahan, hingga proses pencetakan mie yang higienis. Tim PKM Polnep mendampingi langsung setiap tahapan produksi.
“Kami ingin memastikan pemuda Karang Taruna benar-benar paham, mulai dari pemilihan bahan baku hingga pengemasan produk yang siap jual,” ujar salah satu anggota tim PKM Polnep. Pelatihan ini juga menekankan aspek kebersihan dan standar gizi agar produk mie jagung layak bersaing di pasaran.
Pemuda Karang Taruna yang mengikuti pelatihan diharapkan bisa menjadi motor penggerak ekonomi di lingkungannya. Dengan keterampilan baru ini, mereka dapat memproduksi mie jagung secara mandiri dan menjualnya ke pasar lokal. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi pemuda.
“Ini kesempatan bagus buat kami. Biasanya jagung cuma dijual mentah, sekarang bisa jadi mie yang harganya lebih tinggi,” ujar salah satu peserta pelatihan. Ia optimistis produk ini akan diterima masyarakat karena lebih sehat dan berbahan dasar lokal.
Tim PKM Polnep tidak berhenti pada pelatihan produksi. Ke depan, mereka juga akan memberikan pendampingan dalam hal pemasaran, termasuk strategi branding dan penjualan daring. Tujuannya agar produk mie jagung buatan Karang Taruna bisa menjangkau konsumen yang lebih luas, tidak hanya di Pontianak tetapi juga daerah lain di Kalimantan Barat.
Dengan sinergi antara akademisi dan pemuda ini, diharapkan muncul usaha mikro baru yang berbasis pangan lokal. Diversifikasi olahan jagung menjadi mie sehat dinilai sebagai langkah konkret untuk meningkatkan nilai tambah pertanian daerah sekaligus menciptakan lapangan kerja di tingkat komunitas.