MEMPAWAH — Pemerintah Kabupaten Mempawah terus mengejar target penyelesaian Jembatan Sungai Bakau Besar Darat yang kini telah memasuki tahap konstruksi utama. Capaian 40 persen itu menandai proses pengerjaan telah melewati masa kritis, terutama pada fondasi dan struktur utama jembatan.
Jembatan sepanjang puluhan meter ini bukan sekadar proyek rutin daerah. Selama ini, akses warga di Desa Bakau Besar Darat dan sekitarnya sangat bergantung pada jalan darat yang kerap rusak saat musim hujan. Kondisi itu memperlambat pengiriman hasil bumi, seperti kelapa dan ikan, ke pasar induk di Kota Mempawah.
Dengan rampungnya jembatan, waktu tempuh dari desa ke pusat kecamatan diproyeksikan terpangkas drastis. Distribusi logistik dan kebutuhan pokok juga diyakini lebih efisien, menekan biaya transportasi yang selama ini membebani petani dan nelayan setempat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mempawah menyebutkan, pekerjaan saat ini berfokus pada penyelesaian abutment dan pilar jembatan. Setelah itu, tim akan melanjutkan ke tahap pengecoran lantai kendaraan dan pemasangan pagar pengaman.
“Progres sesuai jadwal. Kami optimistis target akhir tahun bisa tercapai,” ujar pejabat dinas setempat dalam keterangan yang diterima, Selasa (25/3/2025). Pengerjaan dilakukan oleh kontraktor pelaksana yang telah melalui proses lelang terbuka.
Pembangunan infrastruktur di wilayah pesisir Kalimantan Barat memang menjadi prioritas pemda. Selain jembatan, proyek pendukung seperti perbaikan jalan lingkungan dan drainase juga tengah digarap untuk menunjang konektivitas secara menyeluruh.
Warga berharap, setelah jembatan beroperasi, harga komoditas lokal seperti ikan asin dan kelapa parut kering bisa lebih kompetitif. Selama ini, ongkos angkut yang tinggi membuat margin keuntungan petani dan nelayan tipis.
Pemkab Mempawah mencatat, proyek ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan skema multiyears. Pemantauan dilakukan setiap bulan untuk memastikan tidak ada kendala teknis maupun pembengkakan biaya.
Tahap selanjutnya setelah konstruksi fisik adalah pengujian beban dan kelayakan struktur. Jika semua berjalan lancar, jembatan bisa difungsikan sebelum akhir triwulan ketiga tahun ini. Uji coba lalu lintas ringan akan dilakukan lebih dulu untuk memastikan keamanan pengguna jalan.
Pemerintah daerah juga telah menyiapkan rambu lalu lintas dan penerangan jalan umum di sekitar jembatan. Langkah antisipasi ini untuk mengurangi risiko kecelakaan, mengingat jalan tersebut akan menjadi akses utama bagi kendaraan roda dua dan roda empat.