PONTIANAK — Dua kepala daerah di Pulau Kalimantan memilih pendekatan non-formal untuk membahas kerja sama strategis. Gubernur Kalimantan Barat dan Gubernur Kalimantan Timur diketahui berbincang di meja durian, membahas berbagai sektor mulai dari ekonomi, pariwisata, hingga olahraga.
Durian jenis BK, salah satu varietas unggulan Kalimantan, menjadi salah satu topik yang diangkat dalam pertemuan tersebut. Kedua gubernur tidak hanya menikmati buah khas daerah, tetapi juga merembukkan potensi pengembangan dan pemasaran bersama.
Suasana santai yang tercipta justru dinilai lebih efektif untuk mencairkan komunikasi antar-daerah. Tidak ada meja panjang atau papan presentasi, yang ada hanyalah obrolan langsung di tengah aroma durian.
Selain durian, sektor pariwisata dan olahraga turut menjadi bahasan utama. Kedua provinsi sepakat untuk mendorong promosi wisata terpadu yang menghubungkan destinasi di Kalimantan Barat dan Timur.
Di bidang olahraga, kerja sama antar-komunitas dan even tahunan direncanakan untuk digelar bersama. Hal ini diharapkan bisa memperkuat ikatan sosial sekaligus menggerakkan ekonomi lokal di kedua wilayah.
Pertemuan informal seperti ini jarang terjadi di kalangan pejabat publik, yang biasanya mengandalkan agenda rapat resmi. Pilihan tempat yang tidak biasa — meja durian — justru menjadi simbol bahwa kerja sama tidak selalu harus dimulai dari ruang tertutup.
Pendekatan ini dinilai lebih manusiawi dan mencerminkan kearifan lokal Kalimantan yang mengutamakan kebersamaan. Kedua gubernur tampak memanfaatkan momen untuk membangun chemistry personal sebelum membahas angka-angka dan program kerja.
Setelah pertemuan santai ini, masing-masing pemerintah provinsi dijadwalkan menurunkan tim teknis untuk merumuskan nota kesepahaman. Sektor yang sudah disepakati akan dijabarkan dalam program konkret yang bisa langsung dirasakan masyarakat.
Belum ada tanggal pasti kapan kerja sama ini mulai diimplementasikan. Namun, sinyal positif dari kedua gubernur sudah cukup untuk menjadi modal awal integrasi antar-daerah di Pulau Kalimantan.