KALIMANTAN BARAT — Bank Mandiri resmi menggelar Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 di kawasan Candi Prambanan, Yogyakarta, Minggu (21/6/2026). Ajang tahunan ini menghadirkan empat kategori lomba—Marathon (42,195 km), Half Marathon (21,097 km), 10K, dan 5K Fun Run—dengan lintasan bersertifikasi AIMS yang melintasi Candi Plaosan, Monumen Taruna, dan sejumlah desa tradisional.
Tema besar tahun ini dijabarkan ke dalam empat ekspresi: pengalaman lari ikonik (Experience), perayaan budaya (Celebration), perjalanan wisata ke Yogyakarta (Trip to Jogja), serta dampak sosial dan ekonomi (Impact). Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menegaskan MJM dirancang sebagai model sport tourism nasional yang terintegrasi.
“MJM adalah wujud sinergi antara Bank Mandiri, komunitas, pelaku UMKM, dan pemerintah daerah. Kami ingin setiap langkah pelari berdampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Adhika di Yogyakarta, Jumat (19/6/2026).
Riset Mandiri Institute menunjukkan, pada gelaran MJM 2025, pertumbuhan belanja di Provinsi DIY selama pekan pelaksanaan mencapai 11,6 persen secara mingguan—jauh di atas rata-rata pertumbuhan normal 0,8 persen. Secara bulanan, Yogyakarta membukukan pertumbuhan belanja 7 persen, tertinggi di antara seluruh provinsi yang dipantau dan tiga kali lipat rata-rata bulan biasa. Sektor transportasi tumbuh 21,9 persen, restoran dan kuliner 10,1 persen, serta perhotelan naik 6,4 persen.
Race Director MJM 2026, Pandu Bagus Buntaran, menjelaskan setiap kilometer lintasan dirancang menyusuri Sumbu Filosofis Yogyakarta—garis imajiner dari Panggung Krapyak, Keraton Yogyakarta, hingga Tugu Pal Putih. Desain medali finisher tahun ini mengangkat Panggung Krapyak, salah satu penanda Sumbu Filosofis yang ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Dunia pada 2023.
“Pelari menempuh jarak sekaligus menapaki narasi peradaban Yogyakarta,” kata Pandu.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, menambahkan MJM mengukuhkan posisi Yogyakarta sebagai destinasi sport tourism unggulan di Asia Tenggara. Menurutnya, ajang ini mendorong peningkatan kunjungan wisatawan, memperpanjang masa tinggal, dan menggerakkan sirkulasi ekonomi daerah. “Yogyakarta diuntungkan dari lonjakan okupansi hotel, kuliner, hingga transportasi setiap kali ajang ini digelar,” ujar Imam.
Bank Mandiri bekerja sama dengan PT AXA Mandiri Financial Services menyediakan perlindungan asuransi kecelakaan diri bagi seluruh peserta, dengan total nilai pertanggungan Rp100 miliar. Setiap pelari juga mendapatkan racepack berisi nomor BIB, jersey, medali finisher, serta finisher tee untuk kategori Half Marathon dan Marathon.
Di sisi lingkungan, MJM 2026 menjalankan program One Ticket One Climate Action—setiap pendaftaran menyumbangkan Rp1.000 untuk pembelian Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) melalui fitur Livin' Planet. Di sisi sosial, Program Mandiri Sahabat Desa menjangkau 28 desa di sekitar Prambanan, mencakup perbaikan akses jalan, pembangunan batas desa, gotong royong kebersihan, serta penyaluran 2.800 paket sembako.
“Kami ingin setiap komunitas yang menjadi bagian dari perjalanan MJM merasakan manfaat nyata, dari perbaikan infrastruktur jalan hingga layanan kesehatan bagi para penggiat budaya,” ujar Adhika. Bank Mandiri juga melanjutkan Program Mandiri Bakti Kesehatan di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Puro Pakualaman, dan Puralaya Imogiri melalui layanan Mini General Check-Up serta khitanan massal.
Nasabah Bank Mandiri dapat menikmati potongan harga hingga 50 persen serta tambahan 30 Livin'poin selama periode 1-30 Juni 2026. Informasi lengkap tersedia di bmri.id/promoMJM26.