KALIMANTAN BARAT — Kecelakaan besar mewarnai start MotoGP Hungaria akhir pekan lalu. Jorge Martin (Aprilia) kehilangan kendali saat mengerem memasuki tikungan pertama, menyeret Marco Bezzecchi, Fabio Di Giannantonio, Fermin Aldeguer, dan Raul Fernandez ke dalam insiden. Beruntung, tak ada pebalap yang cedera serius.
CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menilai insiden itu murni kesalahan pengereman Martin. Namun, Diogo Moreira punya analisis berbeda. Rider Brasil itu justru menyoroti perangkat start yang kini menjadi standar di motor MotoGP.
"Selalu sulit untuk menghentikan motor di tikungan pertama di sini, dan bahkan lebih buruk lagi dengan adanya perangkat tersebut," ujar Moreira kepada Crash. Ia melihat Martin sempat mengunci rem depan lalu melepaskannya sebentar—sebuah skenario yang menurutnya "normal" terjadi dengan perangkat itu.
Start device atau holeshot device adalah sistem mekanis yang menekan suspensi depan dan belakang saat start. Tujuannya menurunkan pusat gravitasi, meminimalkan wheelie, dan memaksimalkan akselerasi. Namun, efek sampingnya adalah mengubah geometri motor secara drastis, yang berdampak langsung pada perilaku pengereman di tikungan pertama.
Moreira mengaku sudah mengantisipasi risiko ini dengan mengubah pendekatan balapnya. "Hari ini, saya sedikit lebih halus di tikungan pertama. Kemarin (di Sprint) saya mengerem sangat terlambat, tetapi hari ini saya pikir, 'Oke, ini balapan panjang, kita hanya perlu melewati tikungan pertama'," jelasnya.
Kontroversi ini bukan hal baru. Regulator MotoGP sudah mengambil keputusan tegas: mulai musim 2027, seluruh perangkat pengatur ketinggian motor, termasuk holeshot device, akan dilarang total. Aturan ini merupakan bagian dari perubahan teknis besar-besaran yang dirancang untuk menekan biaya dan meningkatkan keselamatan.
Kecelakaan di Hungaria menjadi bukti lapangan bahwa kekhawatiran terhadap perangkat ini beralasan. Dengan pelarangan pada 2027, para pebalap setidaknya punya kepastian bahwa era start device di MotoGP akan segera berakhir. Sampai saat itu tiba, tikungan pertama tetap menjadi momok yang harus dihadapi dengan ekstra hati-hati.