Gubernur Kalbar Ria Norsan Buka Seminar Kebangsaan IKAL Lemhannas, Soroti Peran Generasi Muda Jaga Identitas Bangsa

Penulis: Zainul Arifin  •  Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:03:31 WIB
Gubernur Kalbar Ria Norsan membuka seminar kebangsaan IKAL Lemhannas di Pontianak.

PONTIANAK — Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menegaskan bahwa provinsinya merupakan miniatur Indonesia yang utuh. Ia menyebut keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa yang hidup berdampingan di Kalbar bukanlah sumber perpecahan, melainkan modal sosial yang harus dirawat.

“Saya merasa bangga karena Kalimantan Barat merupakan miniatur Indonesia. Keragaman itu bukan penghalang, tetapi kekuatan yang harus terus kita pelihara bersama,” ujarnya di hadapan akademisi, tokoh nasional, dan unsur pemerintahan yang hadir.

Ancaman Multikrisis dan Peran Strategis Anak Muda

Norsan mengingatkan bahwa tantangan kebangsaan saat ini tidak hanya datang dari aspek ekonomi dan geopolitik. Perubahan sosial yang cepat, menurutnya, juga mampu menggerus cara pandang masyarakat terhadap identitas bangsa.

Ia secara khusus menyoroti posisi generasi muda. Mereka dinilai memiliki peran paling strategis dalam menentukan arah masa depan Indonesia. Namun, kecerdasan dan inovasi saja tidak cukup.

“Generasi muda harus menjadi agen perubahan yang tidak hanya cerdas dan inovatif, tetapi juga berintegritas dan berkomitmen menjaga persatuan,” tegas Norsan.

Semangat Kebangkitan Nasional sebagai Pedoman

Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Kalbar ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila dan semangat Kebangkitan Nasional sebagai pedoman hidup sehari-hari. Menurutnya, penguatan nilai kebangsaan menjadi fondasi untuk mewujudkan Kalimantan Barat yang maju, adil, dan sejahtera.

“Mari menjadikan semangat Kebangkitan Nasional dan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman untuk memperkuat persatuan dan membangun kehidupan yang harmonis,” ujarnya.

Apresiasi Ketua Umum IKAL Lemhannas

Ketua Umum DPP IKAL Lemhannas, Purnomo Yusgiantoro, yang turut hadir memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya seminar tersebut. Ia menilai forum seperti ini sangat krusial di tengah dinamika global yang terus berkembang.

“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Seminar seperti ini penting dan perlu terus dilakukan secara berkesinambungan untuk memperkokoh wawasan kebangsaan,” ungkapnya.

Seminar bertema “Nilai Kebangkitan Nasional sebagai Cahaya di Tengah Pusaran Multikrisis Identitas Kebangsaan” ini diharapkan menjadi ruang dialog yang mampu memperkuat kesadaran kolektif masyarakat. Tujuannya jelas: menjaga toleransi dan identitas nasional di tengah zaman yang semakin kompleks.

Reporter: Zainul Arifin
Sumber: pontianak.suarakalbar.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top