NGABANG — Program ini menyasar tiga golongan kepangkatan, yakni Perwira, Bintara, dan Tamtama. Besaran SKS yang dibebaskan disesuaikan dengan jenjang masing-masing. Kepala Salut Landak L. Sahat Tinambunan menjelaskan, Perwira mendapat keringanan 23 SKS, Bintara 15 SKS, dan Tamtama 12 SKS.
"Jadi ada beberapa SKS yang diakui disesuaikan dengan pangkat yang dimiliki," ujar Sahat dalam keterangan yang diterima Majalahmataborneonews.com.
Sistem perkuliahan dirancang sepenuhnya jarak jauh. Mahasiswa cukup mengikuti Tutorial Online atau Tuton dari mana saja. Ini memudahkan personel TNI yang bertugas di daerah terpencil atau memiliki mobilitas tinggi.
Program studi yang ditawarkan adalah Ilmu Hukum dengan gelar S.H. Masa pendaftaran telah dimulai sejak 4 Mei lalu dan akan ditutup pada 22 Juni 2026.
Calon pendaftar wajib melengkapi sejumlah dokumen administrasi. Syarat utamanya adalah SK pengangkatan sebagai anggota TNI, transkrip nilai pendidikan TNI yang dilegalisir cap basah, serta ijazah SMA sederajat atau Paket C yang juga dilegalisir.
Selain itu, pemohon perlu menyertakan fotokopi KTP, pas foto 3x4 berlatar merah atau biru, materai Rp10.000, dan formulir pendaftaran yang mencakup daftar riwayat hidup. Seluruh berkas asli dan salinan harus diserahkan ke kantor Salut Landak.
Pendaftaran dilakukan langsung di kantor layanan yang beralamat di Jalan Pemuda Tungkul, Komplek Ruko BTN Pasar Rakyat Ngabang, nomor 3-4. Bagi yang ingin informasi lebih lanjut, bisa menghubungi nomor WhatsApp 0813 5239 8088.
Program RPL ini menjadi jalur alternatif bagi prajurit TNI yang ingin meningkatkan kualifikasi akademik tanpa harus mengulang mata kuliah dasar yang sudah setara dengan pendidikan militer yang pernah diikuti.