KALIMANTAN BARAT — Kepergian Neville terjadi melalui kesepakatan bersama, diumumkan langsung oleh manajemen klub pada Senin waktu setempat. Pria 49 tahun itu hanya bertahan kurang dari dua musim penuh di Providence Park setelah direkrut pada 2023, lima bulan setelah dipecat Inter Miami.
Dalam pernyataan perpisahannya, Neville tidak menampik bahwa performa tim musim ini menjadi alasan utama di balik keputusannya hengkang. "Saya sadar kami berada di bisnis hasil, dan hasilnya tidak sesuai harapan klub ini," ujar mantan bek Manchester United dan Timnas Inggris itu.
Neville sempat membawa Timbers ke babak play-off di dua musim pertamanya, meski selalu kandas di ronde awal. Namun, musim ini klub justru melorot drastis. General Manager Ned Grabavoy menegaskan bahwa diskusi evaluasi sudah dilakukan sejak jeda musim lalu.
"Kami sudah berdiskusi tajam soal area yang perlu dibangun dan diperbaiki. Namun, kami tidak melihat progres yang dibutuhkan, dan yang paling penting, hasilnya jauh di bawah ekspektasi," kata Grabavoy.
Ironisnya, Portland justru mencatat rekor baru dalam hal produktivitas gol di bawah Neville. Tapi torehan itu tidak sebanding dengan kebocoran di lini belakang yang membuat tim kerap kehilangan poin krusial. Keputusan pemecatan ini juga diambil tepat sebelum jeda kompetisi MLS untuk Piala Dunia.
Sebelum menangani Portland, Neville sempat melatih timnas wanita Inggris dan membawa mereka ke semifinal Piala Dunia 2019. Karier kepelatihannya di Amerika Serikat dimulai dari Inter Miami, tempat ia menangani Lionel Messi dkk., sebelum dipecat pada 2023.
Hingga berita ini diturunkan, Timbers belum mengumumkan nama pengganti Neville. Dengan sisa musim yang masih panjang dan jarak delapan poin dari zona play-off, klub asal Oregon itu harus bergerak cepat jika masih ingin menyelamatkan musim.
Grabavoy hanya memberikan apresiasi singkat untuk Neville: "Phil membawa antusiasme dan semangat dalam perannya. Kami berterima kasih dan mendoakan yang terbaik untuknya."