NGABANG — Keberhasilan panen jagung di Desa Tebedak, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, menjadi angin segar bagi pengembangan komoditas pangan lokal. Para petani setempat berhasil memproduksi enam ton jagung dari lahan seluas satu hektare pada musim tanam pertama mereka.
Produksi enam ton per hektare ini tergolong baik untuk panen perdana. Capaian tersebut menunjukkan potensi besar lahan pertanian di Desa Tebedak yang sebelumnya belum tergarap maksimal untuk komoditas jagung.
Kualitas jagung yang dihasilkan juga dinilai memenuhi standar pasar. Hal ini membuka peluang bagi petani untuk memasok kebutuhan jagung di tingkat kabupaten maupun regional Kalimantan Barat.
Keberhasilan ini tidak lepas dari pendampingan teknis yang diberikan oleh penyuluh pertanian setempat. Para petani diajarkan teknik budidaya yang tepat, mulai dari pemilihan bibit unggul hingga pengelolaan hama terpadu.
Selain itu, akses terhadap pupuk bersubsidi dan irigasi yang memadai turut menunjang pertumbuhan tanaman jagung. Para petani juga menerapkan sistem tanam jajar legowo untuk memaksimalkan produktivitas lahan.
Dengan produksi enam ton per hektare, petani di Desa Tebedak bisa meraup pendapatan kotor sekitar puluhan juta rupiah per musim tanam, tergantung harga pasar saat panen. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan menanam palawija lain di lahan yang sama.
Keberhasilan ini diharapkan bisa direplikasi oleh petani di desa-desa lain di Kabupaten Landak. Kepala Desa Tebedak menyebut pihaknya akan mendorong perluasan lahan tanam jagung pada musim berikutnya.
Pemerintah Kabupaten Landak melalui Dinas Pertanian berencana menjadikan Desa Tebedak sebagai salah satu lokasi percontohan pengembangan jagung. Langkah ini sejalan dengan program ketahanan pangan daerah yang menargetkan peningkatan produksi jagung secara bertahap.
Para petani di desa tersebut kini mulai mempersiapkan lahan untuk musim tanam kedua. Mereka berharap hasil panen berikutnya bisa lebih tinggi dengan penerapan teknik budidaya yang semakin matang.