Festival Oriental Khatulistiwa 2026 Digelar di Pontianak, Wali Kota Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Kontes Arwana Super Red

Penulis: Yoga Permadi  •  Minggu, 24 Mei 2026 | 15:49:31 WIB
Wali Kota Pontianak membuka Festival Oriental Khatulistiwa 2026 yang dirangkai dengan kontes Arwana Super Red.

PONTIANAK — Festival Oriental Khatulistiwa 2026 tidak hanya menyuguhkan atraksi budaya. Acara yang berlangsung sejak Kamis (21/5/2026) itu juga dirangkaikan dengan kontes ikan arwana, salah satu ikon endemik kebanggaan Kalimantan Barat.

Wali Kota Edi Rusdi Kamtono mengatakan, rangkaian kegiatan itu dirancang sebagai ruang kolaborasi yang menggerakkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Semua itu tidak hanya menjadi agenda hiburan dan budaya, tetapi juga ruang kolaborasi untuk menggerakkan ekonomi kreatif, memperkuat kerukunan, serta membuka peluang bagi pelaku UMKM,” ujarnya di Pontianak, Sabtu (23/5/2026) malam.

Kontes Arwana Super Red Jadi Magnet Pengunjung

Salah satu daya tarik utama festival ini adalah kontes ikan arwana, khususnya jenis super red. Edi menyebut ikan hias itu telah dikenal hingga ke pasar internasional dan menjadi kebanggaan daerah.

“Ikan arwana, khususnya super red, adalah salah satu ikon kebanggaan Kalimantan Barat yang sudah mendunia. Memamerkan dan melombakan ikan arwana bukan sekadar kontes kecantikan satwa, tetapi juga langkah strategis dalam mendorong ekonomi kreatif dan pelestarian potensi lokal,” jelasnya.

Pemkot Buka Ruang Kolaborasi untuk Semua Elemen

Edi menegaskan bahwa Pontianak merupakan kota yang terbuka bagi seluruh masyarakat Indonesia dengan keberagaman suku, budaya, dan tradisi. Pemerintah kota, kata dia, membuka ruang seluas-luasnya bagi berbagai pihak untuk berkolaborasi menjadikan budaya sebagai kekuatan pembangunan.

“Pemerintah Kota Pontianak membuka ruang yang luas untuk berkolaborasi bersama-sama menjadikan budaya sebagai bagian dari kehidupan yang memberi dampak positif, baik dari sisi kerukunan, ekonomi, maupun sosial,” katanya.

Melalui sinergi antara Festival Oriental Khatulistiwa dan kontes arwana, Edi berharap PCC bisa menjadi pusat perputaran ekonomi bagi pelaku UMKM sekaligus destinasi wisata akhir pekan bagi warga Pontianak dan wisatawan dari luar daerah.

Pesan Wali Kota: Evaluasi Penyelenggaraan, Jangan Sekadar Seremonial

Kepada panitia, Edi berpesan agar penyelenggaraan festival terus dievaluasi dan ditingkatkan kualitasnya ke depan. Ia mengingatkan agar kegiatan serupa tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.

“Terus evaluasi dan tingkatkan kualitas penyelenggaraan ke depan, supaya tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi bermanfaat bagi masyarakat Kota Pontianak, pertumbuhan ekonomi, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah,” pungkasnya.

Edi juga mengucapkan selamat kepada seluruh peserta lomba dan kontes yang ikut ambil bagian. Ia berpesan agar para peserta menjunjung sportivitas dan menjadikan festival ini sebagai ruang mempererat persaudaraan. “Menang atau kalah adalah hal biasa. Pengalaman dan persaudaraan yang terjalin di sini adalah yang utama,” tuturnya.

Reporter: Yoga Permadi
Sumber: tkppontianak.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top