SANGGAU — Susana Herpena membuka studi lapangan kajian tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama Komnas HAM RI di Ruang Rapat Daranante, Kantor Bupati Sanggau, Rabu (20/5). Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa standar higienitas menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar.
Hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan tim satgas menemukan sejumlah pelanggaran. Banyak dapur belum memenuhi standar luas ruangan, tata letak (layout), serta kelengkapan dokumen seperti LHS dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
“Peralatan masak dan ompreng perlu dicek kadar besinya. Keramik dapur juga harus putih bersih sesuai standar,” tegas Susana dalam keterangan yang diterima suaranusantara.co.id.
Dari total 102 titik dapur yang diajukan di Kabupaten Sanggau, baru 10 titik yang berhasil terealisasi. Susana menyebut regulasi pelaksanaan sistem penyewaan dari BGN yang belum jelas menjadi salah satu kendala utama.
“Percepatan ini penting, terutama untuk daerah 3T. Justru di daerah terpencil, tertinggal, dan terluar yang paling membutuhkan. Kemarin kami sudah usulkan agar BGN membangun di daerah 3T, tapi antara teori dan praktik tidak semudah itu,” ujarnya.
Selaku Ketua Satgas Kabupaten Sanggau, Susana mengakui koordinasi dengan para pengelola dapur masih perlu ditingkatkan. Menurutnya, sebagian besar pengelola merupakan anak muda sehingga komunikasi di lapangan kerap mengalami kendala.
“Rata-rata pengelolanya anak muda, komunikasinya agak sulit. Tapi kalau kita jemput bola, baru mereka sampaikan data. Saya terus kejar karena ini tanggung jawab kita,” katanya.
Susana menekankan bahwa makanan yang disajikan sangat sensitif dan berdampak langsung pada anak-anak. Ia khawatir isu negatif yang beredar di media sosial, seperti narasi makanan MBG beracun, bisa membuat anak-anak trauma.
“Sekarang masih banyak anak trauma dan takut karena lihat di sosial media bahwa makanan MBG itu beracun. Hal-hal yang bikin panik seperti ini harus kita hindari,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan LSM untuk ikut mengawal operasional dapur SPPG. Menurutnya, program MBG memiliki dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat apabila dikelola dengan benar dan sesuai standar yang ditetapkan BGN.