PONTIANAK — Dinamika atmosfer yang masih aktif membuat potensi hujan lebat di Kalimantan Barat belum sepenuhnya mereda. BMKG Kalbar, dalam analisis yang diperbarui Kamis (21/5/2026) pukul 07.00 WIB, menyebutkan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan mengguyur sejumlah daerah dalam lima hari ke depan.
BMKG memetakan wilayah dengan risiko hujan sedang hingga lebat meliputi Kabupaten Bengkayang, Landak, Sanggau, Sintang, Kapuas Hulu, Ketapang, dan Melawi. Masyarakat di daerah tersebut diimbau tidak hanya waspada terhadap genangan, tetapi juga terhadap potensi petir dan angin kencang berdurasi singkat yang kerap menyertai hujan.
Sementara itu, hujan dengan intensitas lebih ringan masih berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Kalbar lainnya. Kondisi ini dipengaruhi oleh pola dinamika atmosfer yang masih mendukung pertumbuhan awan hujan secara sporadis.
Memasuki periode 24 hingga 27 Mei 2026, BMKG mengingatkan adanya potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di sejumlah titik. Pergeseran cuaca ini terjadi seiring berkurangnya curah hujan dan meningkatnya suhu udara di beberapa daerah.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi apapun,” tegas BMKG Kalbar dalam rilis resminya. Imbauan ini menjadi krusial mengingat awal musim kemarau biasanya dimanfaatkan oleh sebagian oknum untuk membuka lahan dengan cara membakar.
BMKG Kalbar meminta warga untuk tetap memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi maupun karhutla. Informasi lengkap terkait analisis dan prospek cuaca dapat diakses melalui situs resmi BMKG Kalbar.
Dua potensi bencana yang berjalan beriringan ini membutuhkan kewaspadaan ekstra. Di satu sisi, warga di wilayah barat dan utara Kalbar harus bersiap menghadapi hujan lebat, sementara di sisi lain, daerah yang mulai kering harus waspada terhadap titik api.