PONTIANAK — Industri kendaraan energi baru (NEV) China tengah menghadapi tekanan biaya produksi yang berat. Harga lithium karbonat untuk baterai melonjak dari 75.000 yuan per ton pada Juli 2025 menjadi mendekati 200.000 yuan per ton dalam waktu kurang dari setahun. Lonjakan ini menjadi pemicu utama kenaikan harga jual mobil listrik dan plug-in hybrid.
Ledakan industri kecerdasan buatan (AI) turut memperparah situasi. Pasokan cip memori otomotif semakin terbatas karena kapasitas produksi dialihkan ke server AI. Akibatnya, harga cip penyimpanan otomotif naik sekitar 180 persen dalam tiga bulan terakhir. Untuk kelas DDR5, kenaikannya bahkan menembus 300 persen.
Menurut estimasi UBS yang dikutip Jiemian News, Jumat (15/5/2026), kenaikan harga cip saja sudah menambah biaya produksi mobil pintar sekitar 3.000 hingga 7.000 yuan per unit. Tekanan ini langsung berdampak pada harga jual ke konsumen.
Selain komponen elektronik, harga aluminium dan tembaga juga melonjak tajam. Kenaikan kedua logam tersebut diperkirakan menambah biaya bahan baku untuk mobil listrik ukuran menengah sekitar 1.800 yuan per kendaraan. Kombinasi kenaikan ini membuat margin keuntungan produsen semakin tipis.
Data China Passenger Car Association (CPCA) menunjukkan margin keuntungan industri otomotif domestik China turun drastis menjadi hanya 3,2 persen pada kuartal I 2026. Bahkan pada Januari-Februari 2026, margin keuntungan sempat menyentuh level terendah dalam satu dekade di angka 2,9 persen.
Tekanan biaya ini semakin berat karena industri otomotif China sebelumnya sudah lama terjebak perang harga. Total laba industri otomotif pada kuartal I 2026 turun 18 persen secara tahunan menjadi 78,4 miliar yuan. Kenaikan harga kini menjadi pilihan yang hampir tak terhindarkan bagi para produsen.
Dengan kondisi ini, konsumen di Indonesia yang berminat membeli mobil listrik China perlu bersiap menghadapi harga yang lebih tinggi dalam waktu dekat. Belum ada pernyataan resmi dari agen pemegang merek di Indonesia mengenai penyesuaian harga, namun tren kenaikan di negara asal biasanya akan diikuti pasar lokal dalam beberapa bulan ke depan.