Wagub Kalbar Krisantus: Pemimpin Harus Jadi Lem Perekat dan Payung Pelindung Masyarakat di Tengah 24 Suku

Penulis: Alfin Murtado  •  Senin, 18 Mei 2026 | 12:18:01 WIB
Wakil Gubernur Kalbar Krisantus menyampaikan pentingnya pemimpin sebagai perekat dan pelindung masyarakat yang beragam suku.

KUBU RAYA — Peringatan Haul Akbar IV yang digelar di Desa Teluk Kapuas, Kecamatan Sungai Raya, berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Kubu Raya yang juga Ketua IKBM Provinsi Kalbar H. Sukiryanto, Ketua IKAMA Kalbar, Rektor IAIN Pontianak, serta para kiai dan tokoh masyarakat setempat.

Pemimpin Harus Jadi Lem yang Tak Lepas

Dalam sambutannya, Krisantus menekankan bahwa tugas seorang pemimpin bukan sekadar menjalankan roda pemerintahan. “Kami ini harus menjadi lem, Pak. Lem perekat. Bukan sembarang lem, tapi lem yang ketika ditempelkan tidak bisa lepas lagi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemimpin juga harus menjadi payung dan penyejuk bagi seluruh komponen masyarakat di Bumi Khatulistiwa. Kalimantan Barat sendiri memiliki 24 suku yang harus terus hidup rukun dan saling menghormati.

Momen Pidato Bahasa Madura Halus oleh Warga Dayak

Suasana semakin cair ketika Krisantus menceritakan pengalamannya saat berpidato menggunakan bahasa Madura halus pada sebuah acara sebelumnya. Menurutnya, pidato tersebut justru diterjemahkan oleh seorang warga Dayak asli yang fasih berbahasa Madura halus.

“Ini artinya apa Bapak-Ibu? Kita sudah menyatu. Belum tentu orang Madura bisa berbahasa Madura halus, tetapi orang Dayak justru bisa. Ini wujud dari kolaborasi,” kata Krisantus yang langsung disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.

Celurit dan Identitas Lintas Suku

Wagub juga sempat berkelakar mengenai penampilannya yang dinilai cocok saat mengenakan pakaian adat Sakera lengkap dengan celurit. Ia mengaku mendapat pertanyaan dari Gubernur Kalbar soal keserasian busana tersebut.

“Pak Gubernur sempat tanya, ‘Kok Pak Wagub cocok sekali pakai baju adat Madura?’ Saya bilang, saya ini lahir di Bangkalan tapi Bangkalan ‘KW’, keturunan Sepauk Kabupaten Sintang,” candanya.

Pesan untuk Masyarakat Madura Kalbar

Krisantus secara khusus berpesan agar masyarakat Madura di Kalimantan Barat terus menanamkan identitas sebagai bagian dari masyarakat Bumi Khatulistiwa yang hidup berdampingan secara damai. Ia mengajak semua pihak untuk tidak membesar-besarkan perbedaan atau menciptakan pertentangan.

“Mengingat semua manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa,” pungkasnya di hadapan ribuan jamaah yang hadir.

Reporter: Alfin Murtado
Sumber: suarakalbar.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top