KUBU RAYA — Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengaku terkejut saat melihat langsung kondisi kawasan wisata Dermaraja di Rasau Jaya. Pasalnya, fasilitas seperti meja dan kursi di lokasi dinilainya sudah tidak layak dan menimbulkan kesan kumuh.
“Saya sudah lama nggak datang di Dermaraja ini, Dermaga Rasau Jaya ini. Saya melihat sepertinya perlu saya atensi, meja-mejanya membuat pemandangan kumuh,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).
Sujiwo menegaskan, pemerintah daerah akan turun tangan langsung membenahi fasilitas yang sebelumnya diminta diperbarui oleh pengelola desa, namun tak kunjung terealisasi. Meja dan kursi lama yang dinilai tak layak akan digudangkan dan diganti dengan yang baru.
Pembenahan akan dilakukan secara kolaboratif. Sejumlah pihak seperti Perumdam Tirta Raya dan Bank Kalbar dilibatkan agar kawasan wisata ini memiliki fasilitas yang lebih baik dan nyaman bagi pengunjung.
Menurut Bupati, Dermaraja menyimpan potensi wisata yang luar biasa. Pemandangan sungai dan momen matahari terbenam menjadi daya tarik utama yang sayang jika tidak ditunjang penataan kawasan yang baik.
“View-nya keren banget. Kalau sore, sunset-nya juga bagus. Potensinya luar biasa, makanya saya agak terkejut melihat kondisinya sekarang,” katanya.
Tak hanya soal fisik, Sujiwo juga membuka kemungkinan evaluasi pengelolaan kawasan. Jika pengelolaan oleh pihak desa dinilai belum optimal, ia tak segan mengalihkannya ke pihak lain, termasuk Perusda Aneka Usaha milik pemerintah daerah.
“Nanti pengelolaannya juga akan saya pertimbangkan. Kalau desa tidak siap, mungkin kita cari pengelola lain,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Sujiwo mengingatkan para pelaku UMKM dan pedagang di kawasan Dermaraja untuk menjaga kebersihan lingkungan. Ia menilai kesadaran bersama menjadi kunci agar kawasan wisata tetap tertata dan nyaman dikunjungi.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bersama komunitas berencana menggelar aksi bersih-bersih atau clean up action di area Dermaraja. Perhatian terhadap fasilitas pendukung seperti tong sampah juga akan ditingkatkan.
Sujiwo meminta organisasi perangkat daerah terkait untuk rutin memantau kondisi kawasan wisata tersebut. Ia berharap penataan berjalan berkelanjutan dan tidak kembali terbengkalai.