KAYONG UTARA — Program KREASI (Kolaborasi untuk Anak Indonesia) kembali berjalan di Kabupaten Kayong Utara. Pada tahun kedua ini, program menyasar 30 sekolah yang tersebar di Kecamatan Sukadana, Simpang Hilir, dan Teluk Batang. Dua puluh tujuh di antaranya di bawah naungan Dinas Pendidikan, tiga madrasah di bawah Kementerian Agama.
Project Manager KREASI Muhammadiyah Kayong Utara, Rezky Farnanda, merinci sebaran sekolah intervensi. Sebanyak 5 sekolah berada di Kecamatan Sukadana, 15 sekolah di Kecamatan Simpang Hilir, dan 10 sekolah di Kecamatan Teluk Batang.
Rezky menjelaskan, program tahun kedua ini memiliki enam paket intervensi utama. Paket tersebut meliputi pembinaan guru kelas rendah (kelas 1–3), penguatan kepemimpinan kepala sekolah, perlindungan anak, penguatan kelompok bermain anak, advokasi terhadap ekosistem pendidikan, serta dokumentasi dan penyebarluasan praktik baik program.
“Fokus utama tahun ini adalah menghadirkan pelatihan dan pendampingan yang lebih terarah,” kata Rezky dalam sambutannya. Ia berharap pelatihan dan pembinaan terhadap guru kelas rendah serta penguatan kepemimpinan kepala sekolah dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan di Kayong Utara.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara, Syarifah Masna, mengungkapkan bahwa penetapan sekolah intervensi tidak dilakukan sembarangan. Prosesnya melalui diskusi dan kajian bersama dengan mempertimbangkan akreditasi sekolah, rapor pendidikan, serta capaian literasi dan numerasi yang masih berada pada kategori sedang maupun rendah.
“Sengaja untuk sasaran tahun ini kita mengganti sekolah sebelumnya dengan sekolah intervensi yang baru, karena Program KREASI telah memberikan dampak positif terhadap sekolah-sekolah sebelumnya,” jelas Syarifah. Ia menambahkan, nilai numerasi dan literasi meningkat, begitu juga dengan rapor pendidikan sekolah.
Perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Kayong Utara, Sudirmansyah, menegaskan bahwa keberhasilan program sangat ditentukan oleh sinergi dan integritas seluruh pihak. Menurutnya, kolaborasi antara Pemerintah Daerah, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, dan seluruh satuan pendidikan menjadi kunci utama.
“Mari kita jalankan Program KREASI ini dengan penuh kejujuran, tanggung jawab, dan kesungguhan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat dan anak-anak didik di sekolah masing-masing,” ungkap Sudirmansyah. Ia menekankan pentingnya pelaksanaan pakta integritas yang tidak hanya bersifat administratif, namun diwujudkan dalam tindakan nyata yang berdampak langsung kepada peserta didik.
Syarifah Masna mengajak seluruh kepala sekolah untuk berkomitmen penuh mendukung pelaksanaan Program KREASI tahun kedua. Termasuk aktif menugaskan guru serta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan. Program ini diharapkan menciptakan penguatan ekosistem pendidikan yang kolaboratif, inklusif, dan berkelanjutan bagi anak-anak di Kayong Utara.