Pencarian

Karhutla Singkawang Hanguskan 119,37 Hektare Sepanjang Agustus-September 2026, Terluas di Singkawang Selatan

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 21:44:02 WIB
Karhutla Singkawang Hanguskan 119,37 Hektare Sepanjang Agustus-September 2026, Terluas di Singkawang Selatan
Petugas memadamkan titik panas kebakaran hutan dan lahan di kawasan akses Bandara Singkawang.

Kebakaran hutan dan lahan di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, menghanguskan 119,37 hektare sepanjang Agustus hingga September 2026. Luasan terbesar berada di Kecamatan Singkawang Selatan dengan 72,47 hektare, disusul Singkawang Utara 30 hektare dan Singkawang Timur 16,9 hektare. Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menyebut status siaga darurat karhutla telah ditetapkan sejak 24 Agustus 2026.

SINGKAWANG — Pemerintah Kota Singkawang memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan melalui satuan tugas yang dibentuk bersamaan dengan penetapan status siaga darurat pada 24 Agustus 2026. Ruang Telematics Control Management (TCM) Kantor Wali Kota Singkawang dialihfungsikan menjadi Posko Terpadu Karhutla untuk mengonsolidasikan informasi dan pengerahan personel di lapangan.

Posko pendukung didirikan di lima kecamatan. Layanan Call Center 112 dioperasikan 24 jam untuk mempercepat penerimaan laporan warga dan pengerahan tim ke lokasi kebakaran.

Laporan Warga Jadi Pintu Awal Pengerahan Personel

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menegaskan posisi laporan masyarakat dalam rantai penanganan karhutla. "Laporan masyarakat menjadi pintu awal untuk mempercepat pengerahan personel dan penanganan di lapangan. Kekuatan penanganan digerakkan secara bersama," kata Tjhai Chui Mie di Singkawang, Jumat.

Penanganan melibatkan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Damkar Satpol PP, BPKS, Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah kecamatan dan kelurahan, hingga warga setempat.

12 Titik Panas di Akses Bandara Singkawang, Petugas Jalan Kaki 2 Kilometer

Salah satu penanganan tersulit terjadi saat karhutla melanda kawasan akses menuju Bandara Singkawang pada 25 Agustus 2026. Sedikitnya 12 titik panas teridentifikasi di kawasan tersebut.

Petugas harus berjalan sekitar dua kilometer menuju titik api karena keterbatasan akses. Kondisi itu diantisipasi dengan memanfaatkan saluran air darurat yang membantu proses pemadaman.

"Kondisi air yang melimpah melalui sejumlah parit darurat yang dibuat Pemkot Singkawang sangat mempermudah proses pemadaman api," ujar Tjhai Chui Mie.

FireHotspot Versi 2 Bantu Pantau Titik Panas Berbasis Satelit

Pemantauan titik panas diperkuat melalui FireHotspot Versi 2 yang dikembangkan tim programmer Diskominfo Kota Singkawang berbasis data satelit. Tjhai Chui Mie menyebut aplikasi itu diharapkan menjadi alat bantu efektif bagi seluruh unsur tim tanggap karhutla dalam pemantauan dan pengambilan keputusan.

3.300 Masker Dibagikan, Kualitas Udara Dipantau Berkala

Perlindungan masyarakat dilakukan ketika kualitas udara menurun. Pemkot Singkawang membagikan 3.300 masker ke sejumlah ruang publik pada 26 Agustus 2026.

Dinas Lingkungan Hidup memantau kualitas udara secara berkala sebagai dasar penentuan langkah perlindungan warga, termasuk penyesuaian kebijakan di sektor pendidikan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyesuaikan pola pembelajaran mengikuti kondisi udara, mulai dari pembelajaran daring, pembelajaran terbatas, hingga kembali ke pembelajaran tatap muka.

"Evaluasi dilakukan secara berkala mengikuti perkembangan kondisi udara," kata Tjhai Chui Mie.

Kasus ISPA Tercatat, Pemkot Sebut Bagian dari Pemantauan Kesehatan

Fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah turut memantau kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Pada periode 24 Agustus hingga 7 September 2026 tercatat adanya kasus ISPA.

Tjhai Chui Mie menegaskan data tersebut merupakan bagian dari pemantauan kesehatan masyarakat dan tidak serta-merta menunjukkan seluruh kasus disebabkan oleh karhutla.

Follow kabarsingkawang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks